SULAWESI TENGGARA — Toyota Veloz Hybrid mencatat penjualan rata-rata 2.000 unit per bulan sejak diluncurkan November 2025. Angka itu menopang kenaikan penjualan produk elektrifikasi Toyota sebesar 86% dibanding periode yang sama tahun lalu. Sepanjang Januari–Agustus 2026, total penjualan elektrifikasi Toyota termasuk Lexus mencapai 38.000 unit.
Marketing Director PT Toyota-Astra Motor, Bansar Maduma, menyebut Veloz Hybrid bersama Innova Zenix Hybrid dan Yaris Cross menjadi tiga penopang utama pertumbuhan tersebut. Ketiganya berkontribusi besar terhadap capaian 38.000 unit yang setara 21% dari total penjualan Toyota pada Januari–Agustus 2026.
Kontribusi Veloz Hybrid terhadap Penjualan Hybrid Toyota
Veloz Hybrid yang baru diluncurkan November 2025 langsung menyumbang volume signifikan. Rata-rata 2.000 unit terjual setiap bulan, angka yang tidak kecil untuk MPV hybrid di segmennya.
Innova Zenix Hybrid menyusul dengan surat pemesanan kendaraan (SPK) di atas 2.000 unit. Kombinasi keduanya membuat Toyota mengklaim posisi teratas di segmen mobil hybrid Indonesia.
"Sebetulnya elektrifikasi Toyota itu masih nomor satu, ya, sampai Bulan Agustus. Kalau enggak salah market share sampai 23%," ujar Bansar di Yogyakarta.
"Veloz Hybrid yang sudah mencapai 2.000 unit per bulan. Terus kemudian juga ada juga Zenix Hybrid, yang secara SPK lebih dari 2.000-an. Sehingga secara total combined hybrid kita kira-kira masih nomor satu," lanjutnya.
Efisiensi Bahan Bakar Veloz Hybrid di Pengujian Nyata
Versi hybrid Veloz diklaim memiliki efisiensi bahan bakar hingga 40% lebih baik dibanding versi konvensional. Klaim itu diuji redaksi detikoto di Bali tak lama setelah peluncuran.
Hasilnya, Veloz Hybrid mencatat konsumsi 25,9 km/liter dalam pemakaian normal sejauh 80,9 km. Angka tersebut menjadi salah satu daya tarik utama bagi konsumen MPV keluarga yang mencari penghematan bahan bakar tanpa beralih ke mobil listrik penuh.
Posisi Toyota di Tengah Serbuan Mobil Listrik China
Pasar otomotif Indonesia kini dibanjiri merek China dengan berbagai model listrik di rentang harga kompetitif. Meski demikian, Veloz Hybrid tetap mendapat penerimaan positif dari konsumen.
Strategi Toyota berbeda dari merek-merek tersebut. Alih-alih langsung menawarkan mobil listrik baterai penuh, Toyota memperkuat lini hybrid sebagai jembatan menuju elektrifikasi.
Pendekatan itu terbukti masih relevan. Veloz sendiri memiliki sejarah panjang di Indonesia, meneruskan kedigdayaan MPV Toyota sejak debut Avanza pada 2003.
Kenaikan Penjualan Elektrifikasi Toyota secara Keseluruhan
Sepanjang Januari–Agustus 2026, produk elektrifikasi Toyota termasuk Lexus terjual 38.000 unit. Jumlah itu menyumbang 21% dari total penjualan Toyota di periode yang sama.
"Untuk segmen elektrifikasi Toyota termasuk Lexus, pada periode yang sama, mencapai 38.000 atau menyumbang 21% dari total penjualan Toyota. Jadi, kita lihat ada kenaikan dibandingkan tahun lalu untuk periode yang sama. Naiknya mencapai 86 persen," papar Bansar.
Kenaikan 86% ini menandakan bahwa pasar hybrid Indonesia masih tumbuh, meski pilihan kendaraan listrik semakin beragam. Veloz Hybrid, Zenix Hybrid, dan Yaris Cross menjadi tiga produk yang paling banyak menyumbang angka tersebut.