KENDARI — Pemerintah Kota Kendari menjamin ketersediaan logistik dan bantuan pangan bagi warga yang terdampak banjir di sejumlah titik pengungsian, Minggu (10/5/2026). Upaya ini dilakukan melalui koordinasi intensif antara Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara melalui BPBD Sultra.
Wali Kota Kendari Siska Karina Imran bersama Wakil Wali Kota Sudirman meninjau langsung kondisi warga di beberapa titik terdampak parah. Pemantauan dimulai dari kawasan bantaran Kali Wanggu, depan eks Water Boom, Jalan Tunggala, hingga Pondok Pesantren Hidayatullah di Jalan Jenderal A.H. Nasution.
Penanganan Pengungsi di Bantaran Kali Wanggu dan Ponpes Hidayatullah
Saat berada di kawasan Kali Wanggu, Siska Karina Imran berdialog langsung dengan warga serta petugas kepolisian yang bersiaga. Ia menyisir tenda-tenda darurat untuk mengecek stok bantuan dan memastikan layanan kesehatan bagi para pengungsi tetap berjalan optimal.
Wali Kota juga memeriksa ketersediaan makanan siap saji di dapur umum. Berdasarkan pantauan di lapangan, distribusi bantuan berupa beras ukuran 5 kilogram dan mi instan mulai disalurkan kepada warga yang kehilangan akses memasak akibat rendaman air.
"Pastikan kebutuhan masyarakat untuk konsumsi ada dan cukup," tegas Siska kepada petugas posko pengungsian.
Instruksi Pembersihan Drainase di Jalan Bunggasi Kelurahan Rahandouna
Selain fokus pada kebutuhan logistik, penanganan infrastruktur dilakukan secara simultan. Di Jalan Bunggasi, Kelurahan Rahandouna, Wali Kota menemukan tumpukan material kayu yang menyumbat aliran drainase utama.
Siska langsung menginstruksikan petugas Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) untuk segera mengangkat material tersebut. Langkah ini dinilai mendesak karena sumbatan kayu memperparah genangan air di pemukiman sekitar dan menghambat aliran menuju pembuangan akhir.
Titik lain yang menjadi perhatian pemerintah kota meliputi kawasan sekitar Kampus Poltekkes Kendari dan beberapa lokasi rawan lainnya. Dalam kunjungan tersebut, Sekretaris Daerah dan jajaran kepala OPD teknis turut mendampingi untuk memastikan instruksi lapangan langsung dieksekusi oleh dinas terkait.