KENDARI — Wali Kota Kendari Siska Karina Imran meminta maaf kepada warga atas penanganan banjir yang belum maksimal. Ia menegaskan persoalan ini membutuhkan kolaborasi lintas sektor dan jenjang pemerintahan.
"Ini butuh penanganan koordinasi. Pemerintah kota, provinsi, dan pusat harus bersama mencari solusi penanganan banjir," ujar Siska dalam pernyataan resmi, Senin (11/5).
Empat Kecamatan Terendam, dari Wuawua hingga Baruga
Kepala BPBD Kota Kendari Cornelius Padang merinci sebaran banjir. Kecamatan Wuawua memiliki dua titik terdampak: Kelurahan Wuawua dan Bonggoeya. Di Kecamatan Baruga, genangan meliputi tiga titik: kawasan Kali Wanggu, kompleks perumahan, dan jalan raya Kelurahan Lepo-lepo.
Wilayah lain yang terendam meliputi Kelurahan Anduonuhu, Mokoau, Kambu (dua titik di Jalan Bangau dan Jalan Mangkerey), Jalan Veteran Kelurahan Wowanggu, hingga area persawahan di Nanga-nanga.
Pemkot Kendari Koordinasi dengan Pusat dan Provinsi
Pemerintah Kota Kendari saat ini berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara untuk mencari solusi bagi warga terdampak. Siska juga menyebut pihaknya telah menjalin komunikasi dengan pemerintah pusat.
"Atas nama pemerintah Kota Kendari, kami memohon maaf sebesar-besarnya kepada warga jika penanganan banjir belum maksimal. Ini butuh kolaborasi kuat lintas sektor dan jenjang pemerintahan," tambahnya.
Banjir yang merendam pemukiman dan fasilitas umum ini menjadi peringatan bagi Pemkot Kendari untuk mempercepat solusi infrastruktur pengendalian banjir.