SULAWESI TENGGARA — Pemerintah Kota Bandung mengambil langkah darurat dengan menghentikan sementara seluruh agenda Persib berskala besar. Keputusan ini diambil setelah aparat menemukan banyak botol minuman keras di sepanjang jalur konvoi dan puluhan korban harus dilarikan ke rumah sakit.
Korban Tewas dan Puluhan Dirujuk ke RS
Dari 122 orang yang mengalami kecelakaan, sebanyak 39 korban dirujuk ke rumah sakit dan 26 di antaranya masih menjalani perawatan medis. Satu korban tewas ditemukan di wilayah Cibiru, seorang pemuda berusia 21 tahun yang ditemukan di pinggir jalan pada dini hari. Kasus ini masih dalam penyelidikan polisi.
Korban meninggal lainnya diduga kuat terkait kecelakaan lalu lintas yang dipicu konsumsi alkohol saat konvoi berlangsung. Petugas menemukan sampah botol minuman keras yang jumlahnya mencapai satu mobil pikap penuh di lokasi perayaan.
Kepadatan Massa dan Efek Domino di Lima Titik
Kecelakaan terkonsentrasi di titik-titik padat seperti Jalan Asia Afrika, kawasan pusat kota, dan jalur konvoi utama bobotoh. Dalam kerumunan masif, satu motor jatuh atau seseorang berteriak bisa langsung memicu tabrakan beruntun.
Dinas Perhubungan mencatat sedikitnya 10 anak terpisah dari orang tua. Lima orang dewasa pingsan akibat kepadatan massa yang membuat akses keluar masuk jalan lumpuh total. Kendaraan nyaris tidak bergerak, flare dan asap memenuhi udara, sementara ambulans kesulitan menembus kerumunan.
Kombinasi Alkohol dan Euforia Digital
Fenomena FOMO atau takut ketinggalan momen disebut memperparah situasi. Banyak orang datang bukan hanya untuk merayakan, tetapi untuk membuat konten dan live streaming. Tekanan media sosial membuat kerumunan semakin besar, diisi orang-orang tanpa persiapan menghadapi risiko acara massal.
Konsumsi alkohol dalam jumlah besar mempercepat pengambilan keputusan impulsif dan aksi berkendara berbahaya. "Kombinasi adrenalin kemenangan dan alkohol menciptakan rasa kebal risiko," demikian kesimpulan awal dari laporan petugas di lapangan.
Konvoi Sepak Bola dan Pola Berulang
Ini bukan pertama kalinya perayaan sepak bola di Indonesia berujung korban. Pola yang sama terus berulang: jumlah massa tidak sebanding dengan kontrol keamanan, jalur darurat tertutup, dan pejalan kaki terjebak. Di era digital, konvoi kini bukan hanya budaya suporter, tetapi juga budaya mencari viralitas.
Pemkot Bandung belum merinci berapa lama penghentian acara berskala besar akan berlaku. Kepolisian masih melakukan penyelidikan atas kematian korban di Cibiru dan kemungkinan adanya pelanggaran lalu lintas massal dalam perayaan tersebut.