SULAWESI TENGGARA — Badan Narkotika Nasional (BNN) bergerak cepat membantah spekulasi yang berkembang di masyarakat terkait operasi penangkapan di bandara. Isu yang menyebutkan bahwa Calon Ketua Umum (Caketum) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) ikut diamankan dalam operasi tersebut dinilai tidak berdasar. "Tidak ada kaitannya dengan hal tersebut," tegas Brigjen Putu Putera Sadana saat dikonfirmasi, Rabu (10/6).
Operasi Sekuens: Dari Dua WN Rusia ke Sepuluh WNI
Operasi yang diberi nama "Sapu Bersih Narkotika" ini merupakan pengembangan dari kasus sebelumnya. Kepala BNN Komjen Suyudi Ario Seto menjelaskan, tim awalnya memantau kedatangan penerbangan dari Bangkok pada pukul 21.00 WIB. Dari 14 penumpang WNI yang diperiksa lebih lanjut, sepuluh di antaranya dinyatakan positif berdasarkan tes urine awal.
Hasil tes menunjukkan beragam jenis narkotika dikonsumsi para penumpang, mulai dari metamfetamina, THC, amfetamina, hingga kokain. Petugas juga menemukan serbuk seberat 22 gram yang diduga ketamin di dalam koper salah satu penumpang berinisial HP. Kesepuluh orang itu kini berstatus sebagai penyalahguna kategori ringan atau coba pakai.
Rehabilitasi Rawat Jalan, Bukan Tahanan
Kesepuluh WNI yang diamankan tidak akan menjalani proses hukum lebih lanjut. BNN mengkategorikan mereka sebagai penyalahguna ringan sehingga hanya dikenakan rehabilitasi rawat jalan. Mereka diwajibkan menjalani program pemulihan di Klinik IPWL BNN RI Cawang serta wajib lapor secara berkala.
"Pada Rabu, 10 Juni 2026 pukul 07.30 WIB, para penyalahguna dipulangkan dengan ketentuan mengikuti program rehabilitasi dan wajib lapor," jelas Komjen Suyudi dalam keterangan tertulisnya. Langkah ini diambil sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku bagi pengguna narkotika yang tidak terlibat dalam jaringan peredaran gelap.
Klarifikasi di Tengah Viral
Kabar penangkapan Caketum Hipmi dan rombongan sempat menyebar cepat di media sosial sebelum akhirnya dibantah resmi oleh BNN. Brigjen Putu memastikan bahwa operasi tersebut murni menyasar penumpang biasa yang terindikasi menggunakan narkotika. Tidak ada unsur politis atau penargetan khusus terhadap tokoh organisasi tertentu dalam penggerebekan ini.
BNN mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi. Lembaga tersebut menegaskan komitmennya dalam memberantas penyalahgunaan narkotika tanpa pandang bulu, namun tetap berdasarkan fakta dan prosedur yang jelas.