Dalam penyaringan tiga besar calon rektor yang digelar di Ruang Rapat Senat Gedung Rektorat UHO, Prof. Ida mengantongi 15 suara. Pesaing terdekatnya, Prof. Takdir Saili, meraih 11 suara. Sementara itu, Dr. Herman memperoleh 10 suara.
Visi Besar: UHO sebagai Socio-Techno University Global
Prof. Ida mengusung visi: "Mewujudkan UHO sebagai Socio-Techno University Unggul, Inovatif, dan Berdaya Saing Global yang Menjadi Penggerak Pengembangan Wilayah Pesisir, Kelautan, dan Perdesaan." Visi ini dijabarkan dalam tujuh misi utama. Misi tersebut mencakup pendidikan berbasis socio-techno, riset inovatif, pengabdian masyarakat berbasis solusi, hingga kemitraan strategis multilevel.
Salah satu misi yang menonjol adalah pelestarian dan integrasi kearifan lokal Sulawesi Tenggara ke dalam tridharma perguruan tinggi. Misi ini dirancang untuk mendukung pembangunan wilayah pesisir, kelautan, dan perdesaan yang berkelanjutan.
Optimisme Menghadapi Penentuan Menteri
Setelah penetapan ini, tahapan selanjutnya akan menentukan siapa yang duduk sebagai rektor definitif. Mendiktisaintek memegang porsi suara 35 persen dalam pemilihan tersebut.
Prof. Ida mengaku optimistis bisa meyakinkan menteri. "Pak Menteri nanti akan menilai visi misi dari tiga calon, siapa yang betul-betul mendedikasikan diri untuk membangun UHO ke depannya," ujar Prof. Ida usai rapat senat.
Ia menambahkan bahwa persiapan untuk tahap kedua sudah mulai difokuskan. "Insha Allah kita akan mempersiapkan diri," pungkasnya.
Jadwal Pemilihan dan Tiga Kandidat
Ketiga calon yang telah ditetapkan adalah Dr. Herman, S.H., LL.M, Prof. Dr. Ida Usman, S.Si., M.Si, dan Prof. Dr. Ir. H. Takdir Saili, M.Si. Hasil penyaringan ini akan disampaikan kepada Mendiktisaintek bersama dokumen kelengkapan.
Rapat Senat Tertutup untuk pemilihan calon rektor dijadwalkan berlangsung pada 10 Agustus 2026. Sampai saat itu, ketiga kandidat akan menjalani proses penilaian oleh kementerian.