Pencarian

Menteri Kebudayaan Fadli Zon Edukasi Warga Muna Jaga Lukisan Cadas Tertua di Dunia di Situs Liangkabori, Larang Sentuh Dinding Gua

Minggu, 12 Juli 2026 • 17:26:23 WIB
Menteri Kebudayaan Fadli Zon Edukasi Warga Muna Jaga Lukisan Cadas Tertua di Dunia di Situs Liangkabori, Larang Sentuh Dinding Gua
Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengingatkan pentingnya menjaga jarak agar lukisan cadas tertua di dunia di Liangkabori tidak rusak.

MUNA — Fadli Zon meninjau langsung lukisan cadas di Liang Metanduno, Kecamatan Loghia, yang telah ditetapkan sebagai lukisan tertua di dunia. Ia menegaskan bahwa kontak fisik, seperti memegang dinding gua, dapat mempercepat degradasi struktur lukisan prasejarah tersebut.

Mengapa Sentuhan Manusia Jadi Ancaman Terbesar?

"Memegang itu harus ada edukasi karena bisa merusak lukisannya. Jadi hanya dilihat saja, dan itu pun kalau bisa jaraknya jangan terlalu dekat," kata Fadli Zon di Muna, Sabtu.

Menurutnya, residu minyak alami dari tangan, keringat, hingga kotoran dapat merusak pigmen organik yang telah bertahan puluhan ribu tahun. Kawasan yang masih terbuka ini dinilai rawan jika tidak ada sistem perlindungan ketat.

Regulasi Kunjungan dan Museum Mini Segera Disiapkan

Fadli Zon mengungkapkan bahwa Kementerian Kebudayaan akan bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Muna dan pemerintah desa setempat. Langkah konkret yang akan diformulasikan meliputi aturan jarak aman pengunjung, penegakan larangan vandalisme, serta penyediaan fasilitas edukasi sekunder.

"Kita juga perlu membuat satu pusat informasi, tadi saya sudah bicara untuk membuat satu museum kecil di sini. Selain itu, kita siapkan juru pelihara dari Kementerian Kebudayaan yang bisa membantu memelihara gua-gua yang ada di sekitar Kepulauan Muna," tambahnya.

Larangan Vandalisme Sudah Jelas Pelanggaran Hukum

"Karena ini adalah kawasan yang boleh dibilang masih terbuka, perlu ada satu perlindungan dan juga edukasi. Terutama bagi para pengunjung, tidak boleh sama sekali memegang dinding gua, apalagi melakukan vandalisme. Coret-coret itu sudah jelas pelanggaran hukum," tegas Fadli Zon.

Pemerintah pusat berkomitmen menempatkan personel ahli di lapangan untuk memastikan aturan dipatuhi. Langkah ini diambil agar beban kunjungan fisik ke dalam gua dapat diminimalisasi secara bertahap tanpa menghilangkan nilai edukasi bagi wisatawan.

Follow liputankendari.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: sultra.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks