SULAWESI TENGGARA — Harga emas spot ditutup di angka USD4.028,67 per troy ons, merosot 1,17% dari perdagangan sebelumnya. Dalam sesi tersebut, harga sempat menyentuh level terendah sejak 21 Juli 2026, menurut data pasar yang dihimpun Reuters.
Dolar Perkasa, Emas Tertekan Dua Arah
Penguatan dolar AS menjadi pemicu utama pelemahan emas. Indeks dolar bertahan di dekat level tertinggi dalam satu bulan, membuat logam mulia yang diperdagangkan dalam denominasi greenback menjadi kurang terjangkau bagi pemegang mata uang lain.
Faktor kedua datang dari ekspektasi kebijakan moneter. Pasar memperkirakan The Fed akan mempertahankan sikap agresifnya di tengah kekhawatiran inflasi yang dipicu lonjakan harga energi. Sikap hawkish ini mendorong imbal hasil obligasi AS naik, mengalihkan minat investor dari aset non-yield seperti emas.
Analis: Lonjakan Energi Jadi Kekhawatiran Inflasi Baru
Direktur Perdagangan Logam High Ridge Futures, David Meger, mengatakan bahwa tekanan terhadap emas berasal dari ekspektasi kenaikan suku lanjutan. "Lonjakan harga energi masih menjadi kekhawatiran inflasi bagi para pejabat The Fed. Sikap hawkish yang diperkirakan dari The Fed telah mendorong ekspektasi kenaikan suku bunga dan menguatkan dolar AS, sehingga menekan pasar emas," ujar Meger kepada Reuters.
Pernyataan Kevin Warsh pada konferensi pers pasca-rapat FOMC nanti akan menjadi katalis utama. Jika ia menekankan risiko inflasi dan kemungkinan pengetatan lebih lanjut, emas berpotensi kembali tertekan ke bawah level USD4.000.
Dampak ke Investor dan Pasar Lokal
Bagi investor Indonesia, pelemahan emas global ini perlu dicermati bersamaan dengan pergerakan kurs rupiah. Jika rupiah ikut terdepresiasi terhadap dolar, harga emas di dalam negeri belum tentu turun signifikan karena efek konversi mata uang.
Pasar logam mulia Tanah Air, yang acuannya mengacu pada harga emas global dan kurs, biasanya merespons dengan jeda satu hari perdagangan. Investor ritel yang memegang emas batangan disarankan mencermati level support psikologis USD4.000 per troy ons sebagai batas bawah jangka pendek.
Investasi mengandung risiko.