Pencarian

Respons Gempa NTT, Menteri PU Dody Hanggodo Instruksikan UPT Percepat Penanganan Jalan

Senin, 17 Agustus 2026 • 00:05:01 WIB
Respons Gempa NTT, Menteri PU Dody Hanggodo Instruksikan UPT Percepat Penanganan Jalan
Menteri PU Dody Hanggodo menghadiri rapat koordinasi darurat pascagempa Magnitudo 7,7 di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, NTT, Minggu (16/8/2026).

LABUAN BAJO — Rapat koordinasi darurat pascagempa Magnitudo 7,7 di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), digelar di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Minggu (16/8/2026).

Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo turut hadir untuk memastikan langkah penanganan bencana berjalan cepat dan terkoordinasi antarlembaga.

Rakor tersebut dipimpin Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno bersama sejumlah menteri dan wakil menteri Kabinet Merah Putih, unsur TNI dan Polri, serta kepala daerah.

Pembahasan mencakup perkembangan kondisi di lapangan sekaligus langkah percepatan penanganan kebutuhan masyarakat terdampak gempa.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Dody menyampaikan perkembangan penanganan yang dilakukan Kementerian PU melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) di NTT. Sejumlah ruas jalan dan jembatan yang terdampak telah diperiksa, sementara penanganan pada titik-titik yang masih mengalami gangguan terus dikoordinasikan agar akses masyarakat dapat segera kembali normal.

"Pagi tadi kami sudah cek kondisi di lapangan. Untuk beberapa titik sudah mulai tertangani, tetapi masih ada yang perlu kami selesaikan. Ada satu jembatan yang masih harus ditangani dan kami terus berpacu agar bisa segera ditangani," kata Menteri Dody.

Jajaran UPT di lapangan sudah diinstruksikan Menteri Dody untuk menangani ruas-ruas jalan yang terdampak. Penanganan berlangsung bertahap dengan memprioritaskan akses yang dibutuhkan untuk mobilitas masyarakat serta mendukung distribusi bantuan dan pelayanan kedaruratan.

"Kami sudah koordinasikan dengan teman-teman balai (UPT) untuk bergerak ke titik-titik yang membutuhkan penanganan. Kalau ada kebutuhan tambahan, kami siap membantu dan berkoordinasi dengan kementerian/lembaga lain," kata Dody Hanggodo.

Penanganan tak berhenti pada konektivitas. Kementerian PU melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya juga menyiapkan dukungan pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat terdampak, berupa penyediaan sarana air bersih dan peralatan pendukung yang dimobilisasi ke lokasi yang membutuhkan.

Di Kabupaten Nagekeo, dukungan berupa 3 unit Mobil Tangki Air (MTA) telah tersedia. Sebanyak dua unit telah berada di lokasi, sementara satu unit lainnya merupakan MTA pinjam pakai dari penanganan banjir Mauponggo yang dapat dilanjutkan pemanfaatannya untuk mendukung penanganan bencana gempa.

Selain MTA, dukungan juga mencakup 16 unit hidran umum (HU); 8 unit merupakan dukungan yang tersedia untuk kebutuhan penanganan saat ini, sedangkan 8 unit lainnya merupakan HU pinjam pakai dari penanganan banjir Mauponggo.

"Yang penting sekarang bagaimana kebutuhan masyarakat bisa segera kita layani," ujar Menteri Dody.

Penanganan bencana ini, kata Menteri Dody, membutuhkan kerja bersama lintas kementerian dan lembaga, termasuk pemerintah daerah, TNI, dan Polri. Kementerian PU pun terus melakukan koordinasi untuk memastikan dukungan infrastruktur dasar diberikan sesuai kondisi dan kebutuhan di lapangan.

Ke depan, UPT di NTT akan terus memantau kondisi infrastruktur terdampak serta mempercepat penanganan pada titik yang mengganggu konektivitas.

Langkah itu dilakukan agar akses masyarakat, distribusi bantuan, dan pemenuhan kebutuhan dasar tetap berjalan selama masa tanggap darurat pascagempa Flores.

Follow liputankendari.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: Kementerian PU

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks