SULAWESI TENGGARA — PT Asuransi Tri Pakarta (TRIPA) meluncurkan ASTRI, asisten virtual yang menjadi wajah baru layanan call center sekaligus menghubungkan pelanggan lewat WhatsApp Business, Instagram, Facebook, dan situs resmi. Peluncuran ASTRI berlangsung Rabu (21/10/2026) di Jakarta, berbarengan dengan kinerja keuangan Januari–September 2026 yang mencatat laba Rp80,424 miliar. Langkah ini menandai pergeseran layanan asuransi dari sekadar kanal telepon ke ekosistem percakapan digital.
Selain menjadi identitas layanan, ASTRI dipakai untuk menyampaikan informasi produk, edukasi asuransi, hingga inovasi layanan melalui media sosial resmi TRIPA. Peluncuran ASTRI juga menandai penguatan strategi layanan pelanggan berbasis omnichannel.
Kanal Digital yang Terhubung ke ASTRI
TRIPA mengintegrasikan layanan pelanggan melalui WhatsApp Business, Instagram, Facebook, dan fitur percakapan di situs resmi perusahaan. Integrasi omnichannel ini ditujukan agar interaksi pelanggan di berbagai kanal bisa dikoordinasikan dengan lebih konsisten dan efektif.
Masyarakat tetap bisa menghubungi ASTRI lewat call center TRIPA di nomor 1500-946. Layanan tersebut beroperasi setiap Senin hingga Jumat, pukul 08.00–17.00 WIB.
ASTRI Diarahkan Jadi Kanal Edukasi Asuransi
Ke depan, ASTRI akan dikembangkan sebagai bagian dari ekosistem komunikasi digital TRIPA. Perusahaan berencana menghadirkan konten berbasis video dengan pendekatan informatif, edukatif, dan menghibur.
Strategi konten itu diharapkan menaikkan keterlibatan masyarakat sekaligus menyederhanakan informasi produk dan layanan asuransi yang kerap dianggap rumit. Sebagai langkah awal, TRIPA memperkenalkan video introduction ASTRI melalui kanal media sosial resmi perusahaan.
Video tersebut menampilkan karakter dan kepribadian ASTRI sebagai representasi layanan yang modern, ramah, dan profesional. Langkah ini menjadi awal penguatan identitas ASTRI dalam berbagai aktivitas komunikasi perusahaan.
Pendapatan Jasa Asuransi Tumbuh 13,71 Persen
Penguatan layanan digital berjalan seiring kinerja keuangan TRIPA sepanjang Januari–September 2026. Dengan penerapan PSAK 117, TRIPA mencatatkan pendapatan jasa asuransi Rp1,334 triliun, naik 13,71 persen dari Rp1,173 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Realisasi pendapatan jasa asuransi itu mencapai 112,38 persen dari target Januari–September 2026. Dari sisi profitabilitas, laba setelah pajak TRIPA sebesar Rp80,424 miliar, tumbuh 66,92 persen dibandingkan Rp48,180 miliar pada Januari–September 2025.
Capaian laba tersebut melampaui target sepanjang 2026 sebesar Rp78,947 miliar, dengan tingkat pencapaian 101,87 persen. Rasio kecukupan modal berbasis risiko atau Risk Based Capital (RBC) TRIPA juga mencapai 162,57 persen pada September 2026, naik 29,38 poin persentase dari 133,19 persen setahun sebelumnya.
Modal Solvabilitas untuk Ekspansi Digital
Direktur Utama TRIPA, G.C. Koen Yulianto, menegaskan transformasi digital tidak berhenti pada penerapan teknologi baru. Fokusnya adalah bagaimana teknologi memberi pengalaman lebih baik bagi pelanggan.
"Bagi TRIPA, transformasi digital bukan semata-mata tentang menghadirkan teknologi baru, melainkan bagaimana teknologi tersebut mampu memberikan pengalaman yang lebih baik bagi pelanggan," kata Koen.
Direktur Keuangan dan Human Capital TRIPA, Indomora Harahap, menyebut kinerja keuangan positif menjadi fondasi perusahaan meningkatkan daya saing, termasuk lewat pengembangan layanan digital dan kualitas pengalaman pelanggan.
"Kami meyakini bahwa pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan perlu diimbangi dengan kemampuan perusahaan dalam beradaptasi terhadap perkembangan teknologi dan perubahan kebutuhan masyarakat," ujar Indomora.
Penguatan RBC mencerminkan peningkatan posisi solvabilitas TRIPA dalam mendukung keberlangsungan bisnis dan pemenuhan kewajiban kepada pemegang polis. Bagi pelaku industri asuransi, langkah TRIPA menunjukkan adopsi omnichannel dan asisten virtual mulai masuk ke segmen perusahaan asuransi umum, bukan hanya pemain besar dengan anggaran teknologi jumbo.
TRIPA akan terus memperkuat integrasi layanan digital dan mengembangkan ASTRI sebagai bagian dari strategi komunikasi perusahaan ke depan.