SULAWESI TENGGARA — Manajemen PLN menjelaskan, fenomena cuaca panas ekstrem yang melanda sejumlah wilayah Indonesia dalam beberapa waktu terakhir menjadi pemicu utama perubahan perilaku konsumsi listrik. Masyarakat cenderung menyalakan AC lebih lama atau mengatur suhu lebih rendah untuk meredakan hawa panas. Aktivitas yang lebih banyak dilakukan di rumah, seperti bekerja dari rumah atau sekolah daring, juga menambah beban pemakaian peralatan elektronik lainnya.
Bukan Tarif Naik, Tapi Konsumsi yang Meningkat
PLN menegaskan bahwa tarif listrik untuk pelanggan rumah tangga golongan tertentu tidak mengalami perubahan. Kenaikan tagihan yang terjadi semata-mata disebabkan oleh volume pemakaian listrik yang lebih besar dari bulan sebelumnya. "Kami melihat adanya peningkatan konsumsi rata-rata 10-20 persen pada pelanggan rumah tangga di beberapa daerah selama periode cuaca panas ini," ujar juru bicara PLN dalam keterangan resminya.
Perusahaan listrik pelat merah itu mencontohkan, penggunaan AC selama 8 jam sehari dengan suhu 18 derajat Celcius bisa menghabiskan daya lebih dari 1.000 watt per jam. Jika dibandingkan dengan penggunaan normal di suhu 25 derajat, selisih konsumsinya cukup signifikan. Hal serupa juga terjadi pada kulkas yang bekerja lebih keras untuk menjaga suhu dingin di tengah cuaca panas.
Tips Hemat Listrik Saat Cuaca Panas
Menanggapi keluhan pelanggan, PLN memberikan sejumlah rekomendasi untuk mengelola konsumsi listrik tanpa harus mengurangi kenyamanan. Pelanggan disarankan untuk mengatur suhu AC di kisaran 24-25 derajat Celcius dan menggunakan fitur timer agar tidak menyala sepanjang malam. Selain itu, membatasi penggunaan peralatan elektronik bersamaan di jam-jam puncak beban juga bisa membantu menekan tagihan.
PLN juga mendorong pelanggan untuk memantau pemakaian listrik secara mandiri melalui aplikasi PLN Mobile. Dengan fitur tersebut, pelanggan bisa melihat grafik konsumsi harian dan membandingkannya dengan bulan sebelumnya. Langkah ini dinilai efektif untuk mengontrol pengeluaran listrik sebelum tagihan resmi diterbitkan.
Fenomena kenaikan tagihan listrik akibat cuaca ekstrem ini bukan kali pertama terjadi. Pada musim kemarau panjang tahun sebelumnya, pola serupa juga terpantau di berbagai wilayah urban dengan tingkat penggunaan AC yang tinggi. PLN pun mengimbau pelanggan untuk lebih bijak dalam menggunakan energi listrik, terutama saat suhu udara sedang tidak bersahabat.