KENDARI — Tim UHO diperkuat Christin Meilin Agri Silamba, Riski, La Aman, dan dua anggota lainnya. Mereka dituntut mengidentifikasi karakteristik tanah mulai dari tekstur, warna, hingga struktur, lalu menentukan klasifikasi seperti Ultisol dan Inceptisol.
Peserta juga wajib memberi rekomendasi kesesuaian lahan dan jenis komoditas tanaman yang tepat. Penilaian berlangsung berdasarkan kondisi profil tanah yang ditemukan langsung di lapangan.
Adaptasi Alat Jadi Tantangan Terbesar di Lapangan
Perjalanan tim UHO menuju podium tidak mulus. Peralatan pengamatan di lokasi lomba memiliki karakteristik berbeda dengan perlengkapan yang biasa dipakai saat latihan di kampus.
Kondisi itu memaksa tim bergerak cepat menyesuaikan metode pengamatan. Kekompakan, ketelitian, dan kemampuan menjaga konsentrasi menjadi modal utama hingga posisi ketiga diamankan.
Ketua Jurusan: Kompetisi Ini Bukan Sekadar Uji Teori
Ketua Jurusan Ilmu Tanah Fakultas Pertanian UHO, Syamsu Alam, S.P., M.Sc, menegaskan Soil Judging Contest menguji kemampuan peserta menganalisis karakteristik tanah secara komprehensif.
"Tantangannya bukan hanya bagaimana memahami teori, tetapi bagaimana menerapkan pengetahuan tersebut secara cepat dan tepat berdasarkan kondisi tanah yang ditemukan di lapangan," jelas Syamsu Alam, dikutip dari laman resmi UHO @uho.ac.id, Kamis (24/9/2026).
Dekan Fakultas Pertanian Apresiasi Capaian Mahasiswa
Dekan Fakultas Pertanian UHO, Prof. Dr. Ir. H. R. Marsuki Iswandi, M.Si., menyampaikan apresiasi atas hasil tersebut. Menurutnya, capaian ini membuktikan pembinaan akademik dan praktik lapangan yang dijalankan fakultas mampu bersaing di tingkat nasional.
"Kami sangat bangga atas prestasi yang diraih oleh mahasiswa Ilmu Tanah. Ini membuktikan bahwa pembinaan akademik dan praktik lapangan yang kami lakukan mampu bersaing di tingkat nasional. Semoga ini memotivasi mahasiswa lain untuk terus mengasah keahlian dan berani berkompetisi," ujarnya.
Riski: Adaptasi Alat Jadi Ujian Sesungguhnya
Perwakilan mahasiswa, Riski, mengungkapkan rasa syukur atas hasil yang diraih timnya. Pengalaman berlaga di kompetisi nasional memberi pelajaran penting, terutama saat menghadapi situasi lapangan yang jauh berbeda dari proses latihan di kampus.
"Tantangan terbesar kami adalah adaptasi alat di lapangan. Namun, berkat kekompakan, ketelitian, dan ketenangan tim, kami bisa melaluinya. Terima kasih untuk dukungan jurusan dan fakultas," ungkapnya.
Fakultas Pertanian UHO berharap keberhasilan ini tidak berhenti sebagai pencapaian satu tim. Capaian tersebut diharapkan menjadi pemantik semangat mahasiswa lain untuk mengembangkan kompetensi melalui kompetisi akademik dan praktik lapangan.