KENDARI — Kepala Bidang Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tenggara, Dr. Rosmawati Rasyid, SKM, M.Kes, turun langsung mendampingi jamaah haji di Embarkasi Makassar. Kehadirannya mewakili Kepala Dinas Kesehatan Sultra dalam memastikan proses keberangkatan berjalan lancar dan aman.
Pemantauan kesehatan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pengecekan tekanan darah, kondisi fisik, hingga riwayat penyakit bawaan jamaah. Tim medis juga menyiagakan obat-obatan dan alat kesehatan darurat di titik embarkasi.
Pendampingan Kesehatan Sejak dari Daerah
Dr. Rosmawati menegaskan bahwa pelayanan kesehatan bagi jamaah haji menjadi prioritas utama pemerintah daerah. “Kami hadir untuk memastikan jamaah haji asal Sulawesi Tenggara mendapatkan pendampingan kesehatan yang optimal sebelum keberangkatan menuju Tanah Suci,” ujarnya kepada Kendari Terkini.
Pendampingan ini bukan kali pertama dilakukan. Dinkes Sultra telah memulai skrining kesehatan sejak jamaah masih berada di kabupaten dan kota masing-masing. Data kesehatan tiap jamaah dicatat dan dibawa oleh petugas untuk dijadikan acuan selama di Arab Saudi nanti.
Imbauan untuk Jamaah: Jaga Fisik dan Patuhi Anjuran Petugas
Dalam kesempatan yang sama, Dr. Rosmawati mengimbau seluruh jamaah agar menjaga kondisi fisik selama perjalanan. Ia meminta jamaah memperhatikan pola makan dan mematuhi anjuran petugas kesehatan selama menjalankan rangkaian ibadah haji.
“Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara melalui Dinas Kesehatan terus berkomitmen memberikan pelayanan terbaik bagi jamaah haji, termasuk dalam aspek kesehatan dan pengendalian penyakit selama proses keberangkatan hingga kepulangan jamaah nantinya,” tandasnya.
Komitmen Berkelanjutan hingga Kepulangan
Dinkes Sultra memastikan pendampingan tidak berhenti di embarkasi. Tim kesehatan akan terus memantau kondisi jamaah selama di Tanah Suci melalui petugas kloter yang sudah disiapkan. Setelah kepulangan, jamaah juga akan kembali diperiksa kesehatannya di posko yang didirikan di bandara.
Langkah ini diambil untuk mengantisipasi penyakit yang mungkin muncul selama di luar negeri, termasuk kelelahan dan dehidrasi akibat cuaca ekstrem di Arab Saudi.