Pencarian

Pemprov Sulawesi Tenggara Salurkan 52 Ton Beras dan 3.060 Liter Minyak Goreng ke Enam Daerah Terdampak Banjir

Jumat, 15 Mei 2026 • 16:06:44 WIB
Pemprov Sulawesi Tenggara Salurkan 52 Ton Beras dan 3.060 Liter Minyak Goreng ke Enam Daerah Terdampak Banjir
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara menyalurkan 52 ton beras dan 3.060 liter minyak goreng untuk korban banjir di enam daerah.

KENDARI — Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara memastikan bantuan pangan darurat bagi warga terdampak banjir di enam daerah mulai diterima hari ini. Sebanyak 52 ton beras dan 3.060 liter minyak goreng didistribusikan serentak melalui gudang Bulog di Kota Kendari, Konawe Selatan, Kolaka Timur, Kolaka, Konawe, dan Konawe Utara.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Sultra, Ari Sismanto, menyatakan penyaluran ini merupakan respons cepat pemerintah untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang rumahnya terendam banjir.

“Ini gerak cepat pemerintah untuk membantu masyarakat terdampak. Pangan harus kita kedepankan,” ujarnya.

Mekanisme Distribusi: Beras Dikemas Ulang, Jumlah Dihitung per Jiwa

Di Kota Kendari, bantuan diterima oleh Asisten II Setda Kota Kendari, Nismawati, bersama Dinas Ketahanan Pangan setempat. Ia menjelaskan bahwa beras yang disalurkan merupakan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) dari pusat yang harus segera dikeluarkan dari gudang Bulog sesuai arahan.

Beras kemudian dikemas ulang di gedung eks media center Rujab Wali Kota Kendari sebelum disalurkan melalui Dinas Sosial hingga tingkat RT. Nismawati menekankan bahwa mekanisme penyaluran CPP berbeda dengan bantuan biasa karena perhitungannya berdasarkan jumlah jiwa dalam satu rumah tangga.

“Kalau ada 10 jiwa dalam satu rumah maka mendapat 21 kilogram beras. Kalau tiga jiwa berarti 6,3 kilogram. Jadi distribusinya harus benar-benar disesuaikan dengan data korban,” jelasnya.

Tantangan di Lapangan: Karung 50 Kilogram Harus Dipisah Manual

Nismawati mengakui proses distribusi cukup menantang karena beras masih dalam karung 50 kilogram. Petugas harus memisahkan dan menimbang ulang sesuai jumlah penerima di setiap rumah tangga.

Meski begitu, pemerintah memastikan seluruh warga terdampak banjir mendapat bantuan tanpa perbedaan perlakuan. Data korban menjadi dasar penentuan jumlah bantuan di tiap wilayah.

“Semua masyarakat terdampak kita bantu. Tidak ada yang dibedakan,” tegas Ari Sismanto.

Penyaluran dilakukan bertahap hingga seluruh masyarakat terdampak banjir di enam daerah menerima bantuan pangan darurat ini.

Bagikan
Sumber: tegas.co

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks