KENDARI — Bupati Konawe Yusran Akbar memerintahkan jajaran perangkat daerah untuk segera mengerahkan tim medis dan melakukan pengasapan atau fogging di area pemukiman warga yang terdampak banjir. Langkah ini dinilai krusial untuk mengantisipasi penyebaran penyakit pascabencana di wilayah tersebut.
“Saya perintahkan untuk segera melakukan pengasapan atau fogging di area sekitar balai desa dan pemukiman warga,” kata Yusran Akbar saat dihubungi di Kendari, Jumat. Ia menegaskan bahwa upaya ini penting agar pascabanjir tidak memunculkan wabah demam berdarah atau penyakit kulit lainnya.
Kondisi Kesehatan Warga di Pengungsian
Berdasarkan laporan dari posko medis Puskesmas Wonggeduku, sebagian besar pengungsi mulai mengeluhkan gangguan kesehatan. Keluhan yang paling umum adalah asam lambung akibat pola makan yang tidak teratur, anemia pada ibu hamil dan remaja, serta gatal-gatal yang dipicu gigitan nyamuk.
Menanggapi temuan tersebut, Yusran Akbar meminta tim medis untuk tetap siaga penuh selama 24 jam. Ia secara khusus meminta perhatian lebih terhadap kelompok rentan yang berada di pengungsian.
“Pastikan tim medis siaga, terutama untuk memantau kondisi 16 balita dan tujuh lansia yang ada di pengungsian ini,” tambah Yusran Akbar.
Bantuan Logistik Mulai Disalurkan
Pemerintah Kabupaten Konawe bersama Bulog telah menyalurkan sejumlah bantuan logistik ke lokasi pengungsian. Bantuan ini bertujuan untuk memastikan kebutuhan dasar warga, seperti makanan dan air bersih, tetap terpenuhi selama masa tanggap darurat.
“Bantuan ini semoga meringankan beban warga. Jangan sungkan menyampaikan apa yang benar-benar dibutuhkan kepada petugas di lapangan,” jelas Yusran Akbar.
Fokus pada Pencegahan Wabah
Selain pelayanan medis, instruksi fogging menjadi salah satu prioritas utama. Bupati ingin memastikan tidak ada lonjakan kasus demam berdarah yang kerap terjadi setelah musim banjir di daerah tropis seperti Sulawesi Tenggara. Langkah ini juga diiringi dengan imbauan kepada warga untuk menjaga kebersihan lingkungan sekitar tenda pengungsian.
Pemerintah daerah masih terus melakukan pendataan dampak banjir dan memastikan distribusi bantuan berjalan lancar. Tim gabungan dari berbagai OPD diterjunkan untuk mempercepat proses pemulihan di desa-desa terdampak.