SULAWESI TENGGARA — Pertandingan di Philadelphia, Amerika Serikat, berjalan di luar dugaan. Tim asuhan Didier Deschamps, yang dijagokan sebagai kandidat kuat juara, dibuat kalang kabut oleh keganasan duel fisik lawan. Sepanjang laga, wasit Ilgiz Tantashev dari Uzbekistan lebih sering menghentikan permainan akibat pelanggaran keras pemain Paraguay.
Catatan Aneh: 0 Kartu Kuning untuk 19 Pelanggaran Paraguay
Fakta paling mengejutkan bukanlah gol semata. Paraguay tercatat melakukan puluhan pelanggaran keras—melibatkan Juan Jose Caceres, Andres Cubas, dan Matias Galarza—namun tidak satu pun kartu kuning dikeluarkan untuk mereka. Sebaliknya, Prancis yang lebih sering menjadi korban justru kebobolan tiga kartu kuning.
Permainan ini langsung memicu perdebatan. Banyak pengamat menyebut gaya bertanding Paraguay mirip laga antarkampung (tarkam), di mana bola boleh lewat tetapi kaki lawan harus dihentikan dengan cara apa pun.
Mbappe Penentu dari Titik Putih, VAR Jadi Penyelamat
Gol tunggal baru lahir pada menit ke-70. Wasit Tantashev awalnya tidak menganggap Desire Doue dilanggar di kotak penalti. Namun, setelah meninjau ulang melalui VAR, ia mengubah keputusan dan memberikan hadiah penalti untuk Prancis.
Kylian Mbappe sukses menjalankan tugasnya sebagai algojo, mengubah skor menjadi 1-0 untuk Les Bleus. Hingga peluit panjang dibunyikan, Paraguay tak mampu membalas. Mereka harus mengakhiri petualangan di Piala Dunia 2026 dengan catatan kontroversial: permainan keras yang nyaris membuat Mbappe dkk. frustrasi, namun tanpa kartu kuning sama sekali.
Dampak: Kekalahan yang Meninggalkan Tanda Tanya
Bagi Paraguay, kekalahan ini tetap pahit meski mereka sukses mengganggu ritme juara bertahan. Sorotan utama adalah bagaimana wasit mengelola pertandingan. Keputusan untuk tidak memberikan sanksi tegas kepada pemain Paraguay menuai kritik, terutama dari kubu Prancis yang merasa pemainnya tidak dilindungi dengan baik.
Statistik aneh ini justru menjadi bahan diskusi hangat di media sosial. "Paraguay main kayak tarkam, tapi wasitnya tutup mata," tulis salah satu akun penggemar sepak bola. Pertandingan ini dipastikan akan menjadi salah satu topik utama dalam evaluasi kinerja wasit oleh FIFA.