Pencarian

Pemkab Konawe Naikkan Kuota BBM Subsidi Jadi 24 Kiloliter per Hari, Antisipasi Antrean Pertalite di SPBU

Kamis, 13 Agustus 2026 • 20:06:31 WIB
Pemkab Konawe Naikkan Kuota BBM Subsidi Jadi 24 Kiloliter per Hari, Antisipasi Antrean Pertalite di SPBU
Petugas memantau distribusi BBM bersubsidi di SPBU Kabupaten Konawe menyusul kenaikan kuota harian menjadi 24 kiloliter.

KONAWE — Penambahan kuota tersebut diputuskan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Konawe sebagai respons atas melonjaknya konsumsi Pertalite di masyarakat. Sebelumnya, alokasi harian hanya 16 kiloliter yang dinilai tidak lagi mencukupi kebutuhan.

Kepala Dinas Perindag Konawe, Drs. Akib Ras, menyebut pergeseran preferensi konsumen menjadi pemicu utama meningkatnya permintaan. "Mayoritas pengguna BBM nonsubsidi jenis Pertamax beralih ke Pertalite. Ini menjadi salah satu penyebab meningkatnya kebutuhan terhadap BBM bersubsidi," jelasnya.

Faktor Pemicu Lonjakan Konsumsi Pertalite

Perubahan perilaku konsumen ini terjadi di tengah gejolak harga energi nasional. Masyarakat cenderung memilih bahan bakar dengan harga lebih terjangkau, sehingga beban penyaluran Pertalite di Konawe ikut bertambah dalam beberapa pekan terakhir.

Dengan tambahan alokasi menjadi 24 kiloliter per hari, Pemkab Konawe berharap pasokan di setiap SPBU bisa lebih stabil. Langkah ini juga dimaksudkan untuk memangkas waktu tunggu warga yang kerap mengular saat pengisian bahan bakar.

Pengawasan Distribusi Melibatkan Aparat Penegak Hukum

Namun, peningkatan kuota tidak serta-merta membuat distribusi berjalan tanpa pengawasan. Akib menegaskan bahwa tambahan pasokan harus disalurkan secara tertib dan sesuai regulasi agar tidak disalahgunakan oleh oknum tertentu.

Pemerintah tidak ingin tambahan pasokan justru dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk melakukan pembelian dalam jumlah berlebihan. Praktik penimbunan atau penjualan eceran yang tidak sesuai ketentuan dinilai dapat mengganggu pemerataan distribusi dan merugikan warga lain.

Dalam waktu dekat, Pemda akan menggandeng aparat penegak hukum untuk memantau jalur distribusi dan penjualan BBM di tingkat masyarakat. Langkah ini diambil sebagai bentuk komitmen menjaga agar BBM bersubsidi tepat sasaran.

Imbauan untuk Warga dan SPBU

Masyarakat diimbau tidak melakukan pembelian berlebihan atau menjual BBM secara eceran dengan harga tidak wajar. Praktik semacam itu berpotensi melanggar ketentuan dan memicu keresahan di tengah warga yang kesulitan mendapatkan bahan bakar.

Pemkab Konawe berharap kombinasi antara penambahan kuota dan penertiban distribusi mampu mengurai persoalan antrean yang sempat terjadi. Dengan begitu, kebutuhan energi masyarakat dapat terpenuhi secara lebih optimal dan merata di seluruh SPBU Kabupaten Konawe.

Follow liputankendari.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: hitsultra.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks