SULAWESI TENGGARA — Kinerja positif itu diumumkan Pemimpin Wilayah BULOG Kanwil DKI Jakarta dan Banten, Taufan Akib, di Jakarta, Jumat (5/6). Menurut dia, keberhasilan ini merupakan hasil kolaborasi lintas sektor yang melibatkan TNI, Polri, penyuluh pertanian, penggilingan padi, dan tentu saja para petani.
“Capaian ini adalah bentuk komitmen dalam penyerapan hasil panen petani, sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional,” kata Taufan dalam keterangan resmi.
HPP Rp6.500 per Kg Jadi Insentif Petani
Taufan menjelaskan, salah satu instrumen yang efektif mendorong serapan adalah kebijakan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) untuk gabah kering petani sebesar Rp6.500 per kilogram. Harga tersebut memberikan kepastian pasar dan mencegah petani menjual gabah di bawah biaya produksi.
Kebijakan ini dinilai berhasil menjaga motivasi petani untuk terus berproduksi di tengah fluktuasi harga komoditas pangan. Dengan kepastian harga, petani tidak perlu khawatir hasil panennya tidak terserap.
Stok CBP Menguat, Siap Jaga Stabilitas Harga
Penyerapan yang melampaui target di level wilayah ini berdampak langsung pada penguatan stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP). Ketersediaan CBP yang cukup menjadi jaminan bagi pemerintah untuk menjalankan operasi pasar dan program bantuan pangan.
Selain itu, stok yang memadai juga berfungsi sebagai mitigasi terhadap risiko bencana alam, gejolak geopolitik, atau gangguan pasokan lain yang bisa memicu lonjakan harga di masyarakat. “Kecukupan stok pangan menjadi landasan kesiapan negara menuju swasembada pangan,” ujar Taufan.
Target Nasional 4 Juta Ton Mulai Terlihat
Secara nasional, Perum BULOG mencatat realisasi penyerapan gabah dan beras produksi dalam negeri sebesar 3,033 juta ton setara beras per periode yang sama. Angka itu setara 75,8 persen dari target pengadaan nasional sebesar 4 juta ton.
Pencapaian tersebut dinilai monumental karena diraih dalam waktu kurang dari enam bulan. BULOG optimistis target 4 juta ton bisa terlampaui sebelum akhir tahun, mengingat musim tanam dan panen di sejumlah daerah masih berlangsung.
“Capaian ini, selain menunjukkan keberpihakan negara kepada petani, juga menjadi komitmen bersama untuk mewujudkan swasembada pangan yang berkelanjutan,” pungkas Taufan.