SULAWESI TENGGARA — WIKA memulai perjalanannya sebagai perusahaan instalasi listrik dan pipa air bentukan pemerintah. Pada dekade 1970-an, perusahaan ini melakukan lompatan besar dengan masuk ke bisnis kontraktor sipil dan bangunan. Transformasi itu kian nyata setelah WIKA melantai di Bursa Efek Indonesia melalui penawaran saham perdana (IPO) pada 27 Oktober 2007.
Kini, perusahaan mengelola lima lini usaha utama: investasi, properti dan realti, infrastruktur dan bangunan, proyek energi dan industri, serta manufaktur pendukung konstruksi. Diversifikasi ini menjadi tameng bagi WIKA untuk tetap tumbuh di tengah fluktuasi siklus proyek pemerintah.
Portofolio Proyek: Tol, Bendungan, hingga Pembangkit Listrik
Di sektor investasi, WIKA terlibat dalam pembangunan jalan tol, jalur kereta api, bandara, dan pengolahan air. Sementara di lini infrastruktur, perusahaan mengerjakan proyek-proyek berskala besar yang menopang pertumbuhan ekonomi. Hingga saat ini, total 48 bendungan dan 631 km jalan tol telah rampung dikerjakan.
Di sektor energi, kapasitas pembangkit listrik yang dibangun WIKA mencapai 14.750 megawatt. Angka ini menunjukkan peran perusahaan dalam mendukung target bauran energi nasional, termasuk transisi ke energi terbarukan yang mulai digarap serius.
Visi 2030: Infrastruktur Berkelanjutan dan Energi Hijau
Memasuki era pembangunan berkelanjutan, WIKA menetapkan Visi 2030: menjadi perusahaan terpercaya di bidang infrastruktur dan EPC yang berkelanjutan. Strategi ini dijalankan lewat inovasi teknologi, penguatan tata kelola, dan pengembangan SDM profesional.
Perusahaan juga aktif mengembangkan bisnis energi terbarukan, kendaraan listrik, dan teknologi konstruksi modern. Langkah ini sejalan dengan agenda pemerintah yang mendorong proyek hijau dan efisiensi energi di semua sektor.
Dengan pengalaman lebih dari 60 tahun, WIKA terus memperkuat posisinya sebagai pemain utama industri konstruksi dan EPC nasional. Tantangan ke depan adalah menjaga momentum di tengah perubahan kebijakan fiskal dan kompetisi dengan kontraktor swasta.