KENDARI — Selama ini, kebutuhan alat musik marching band dan drum band di Sulawesi Tenggara sebagian besar dipasok dari Pulau Jawa. Kondisi itu mendorong Asosiasi Pengusaha Marching Band Indonesia (APMBI) untuk memperkenalkan keberadaan industri lokal kepada Pemerintah Provinsi Sultra.
APMBI menemui Wakil Gubernur Sultra, Ir. Hugua, di Kendari pada Rabu (9/7/2026). Audiensi itu menjadi langkah awal untuk menunjukkan bahwa pelaku usaha marching band di Sultra sudah siap memenuhi permintaan pasar lokal.
Belanja Alat Musik Tak Perlu Lagi ke Jawa
Bidang Humas dan Event APMBI Wilayah Sultra, Muhammad Arsyad, mengatakan kehadiran asosiasi ini diharapkan bisa menjadi solusi bagi sekolah, instansi pemerintah, maupun lembaga lainnya. Mereka tak perlu lagi memesan perlengkapan marching band dari luar daerah.
"Inti dari audiensi ini adalah memperkenalkan APMBI kepada Pemerintah Provinsi Sultra bahwa industri drum band dan marching band sudah hadir di Sultra. Jadi, ke depan belanja alat musik tidak perlu lagi dilakukan di Pulau Jawa karena sudah bisa dipenuhi oleh pelaku usaha lokal," ujar Muhammad Arsyad.
Target: Tumbuhkan Ekonomi dan Buka Lapangan Usaha Baru
Menurut Arsyad, keberadaan industri marching band di Sultra diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Selain itu, sektor ini dinilai bisa membuka peluang usaha baru dan meningkatkan daya saing pelaku lokal di bidang penyediaan alat musik serta perlengkapan marching band.
APMBI juga ingin menjalin sinergi dengan Pemprov Sultra. Tujuannya, mendukung pengembangan kegiatan seni, olahraga, dan pendidikan lewat penyediaan sarana marching band yang berkualitas. Melalui audiensi itu, APMBI optimistis industri marching band di Sultra akan semakin dikenal luas dan menjadi pilihan utama masyarakat maupun instansi yang membutuhkan perlengkapan drum band dan marching band.