KENDARI — Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Andi Sumangerukka, memastikan biaya bimbingan belajar bagi anggota Paskibraka yang ingin menempuh pendidikan di sekolah kedinasan akan ditanggung penuh oleh pemerintah provinsi. Kebijakan ini disebut setara dengan pemberian beasiswa kepada pelajar berprestasi.
"Bimbel nanti tidak ada biaya. Semua ditanggung oleh provinsi. Saya akan berlakukan sama dengan pemberian beasiswa," ujar Gubernur di Kendari, Minggu (16/8/2026).
Pendaftaran Dibuka Setelah Tugas 17 Agustus
Fasilitas ini tidak serta-merta diberikan langsung. Gubernur menyebut proses pendataan dan seleksi akan dimulai setelah para pelajar menyelesaikan tugas utama mereka pada upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, 17 Agustus 2026.
"Pada saat selesai melaksanakan tugas, bagi mereka yang punya keinginan dan mempunyai bakat, kita salurkan. Nanti kita lakukan bimbingan belajar secara terpusat," katanya.
Komunikasi dengan Akmil Sudah Berjalan, Akpol Menyusul
Untuk tahap awal, Gubernur mengaku telah berkomunikasi langsung dengan pimpinan Akademi Militer guna menyiapkan skema bimbel terpusat. Adapun untuk Akademi Kepolisian, TNI Angkatan Laut, TNI Angkatan Udara, dan IPDN, komunikasi masih akan terus dijalin.
"Untuk saat ini yang sudah pasti di Akademi Militer. Untuk akademi lain, nanti kita komunikasikan," jelas Andi Sumangerukka.
49 Pelajar Dikukuhkan, 31 Putra dan 18 Putri
Sebanyak 49 anggota Paskibraka Sultra tahun 2026 yang dikukuhkan terdiri dari 31 pelajar putra dan 18 pelajar putri. Mereka merupakan hasil seleksi ketat dari 77 pelajar yang berasal dari 16 kabupaten dan kota di Sultra.
Dalam prosesi pengukuhan, Gubernur bertindak sebagai pembina upacara. Paresanda Maharani Ersaputry Sarira dari MAN 1 Kendari dipercaya sebagai pemimpin upacara sekaligus mewakili seluruh calon anggota Paskibraka dalam memegang Bendera Merah Putih saat pengucapan Ikrar Putra Indonesia.
Disiplin Paskibraka Jadi Modal Masuk Sekolah Kedinasan
Andi Sumangerukka menekankan bahwa pengalaman mengikuti pembinaan Paskibraka selama kurang lebih satu bulan bukan sekadar seremoni. Ia menilai kedisiplinan yang terbentuk selama latihan menjadi bekal utama bagi para pelajar untuk menghadapi seleksi pendidikan maupun pengabdian di masa depan.
"Di mana saja kita bekerja dan bertugas, modal paling utama adalah disiplin. Jadikan ini sebagai modal untuk pengabdian berikutnya," pesannya.
Menjelang puncak tugas pada 17 Agustus, Gubernur juga mengingatkan para orang tua agar tidak memberikan tekanan berlebihan kepada anak-anak mereka. Ia meminta seluruh anggota Paskibraka fokus menjaga kesehatan dan mempersiapkan diri secara mental.
"Tugas pokok kalian menanti pada tanggal 17. Di situlah kebanggaan akan terasa ketika kalian sudah melaksanakan tugas dengan baik," tutupnya.