BOMBANA — Pencarian nelayan yang dilaporkan hilang di perairan Kabaena berakhir tragis. La Parinta (62), warga Dusun Galu, Kelurahan Dongkala, Kecamatan Kabaena Timur, ditemukan meninggal dunia setelah tim SAR gabungan melakukan penyisiran sejak Sabtu malam.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Kendari, Iwan Gunawan, membenarkan korban telah ditemukan dan dievakuasi menuju rumah duka untuk diserahterimakan kepada keluarga.
“Pada pukul 01.30 Wita korban ditemukan sekitar 3,85 NM arah utara dari LKP dalam keadaan MD,” kata Iwan dalam keterangan tertulis yang diterima KPP Kendari, Minggu (23/8/2026).
Kronologi: Berangkat Melaut Jumat Subuh, Longboat Ditemukan Kosong Sabtu Pagi
Korban diketahui berangkat melaut pada Jumat (21/8/2026) sekitar pukul 03.00 Wita. Biasanya, La Parinta kembali ke rumah sekitar pukul 20.00 Wita pada hari yang sama.
Kekhawatiran warga muncul setelah sebuah longboat tanpa awak ditemukan di perairan antara Kecamatan Telaga Raya dan Kecamatan Kabaena Timur pada Sabtu (22/8/2026) sekitar pukul 09.20 Wita. Setelah dilakukan identifikasi, perahu tersebut dipastikan milik La Parinta.
“Menindaklanjuti temuan tersebut, masyarakat dan pihak keluarga melakukan pencarian di sekitar lokasi penemuan longboat, namun hingga informasi diterima hasilnya masih nihil,” jelas Iwan.
Tim SAR Gabungan Dikerahkan, Kondisi Laut Semi-Berombak
Laporan kehilangan ini langsung ditindaklanjuti dengan pemberangkatan Tim Rescue Pos SAR Baubau. Operasi pencarian melibatkan personel gabungan dari SMC dan staf SMC KPP Kendari, Pos SAR Baubau, Pos AL Baubau, Polsek Dongkala, Babinsa Dongkala, Puskesmas Dongkala, aparat desa, serta keluarga korban.
Sejumlah peralatan dikerahkan dalam operasi tersebut, antara lain rescue car, rigid inflatable boat (RIB), longboat, peralatan medis dan evakuasi, serta perangkat komunikasi dan perlengkapan pendukung keselamatan.
Saat pencarian berlangsung Sabtu malam, cuaca di lokasi dilaporkan berawan. Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kecepatan angin mencapai 15 hingga 20 knot dari arah tenggara dengan tinggi gelombang 0,75 hingga 1,5 meter.
Setelah korban ditemukan dan diserahterimakan kepada pihak keluarga, operasi SAR dinyatakan selesai dan ditutup. Seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke kesatuannya masing-masing.