Pencarian

Antasyafi Robby Al Hilmi Juara World Climbing Series Guiyang, Cetak 4,65 Detik

Jumat, 11 September 2026 • 22:46:31 WIB
Antasyafi Robby Al Hilmi Juara World Climbing Series Guiyang, Cetak 4,65 Detik
Atlet Indonesia Antasyafi Robby Al Hilmi menjuarai World Climbing Series Guiyang dengan catatan waktu 4,65 detik.

SULAWESI TENGGARA — Robby mengungguli Yongzhi Ling dari China yang finis di posisi kedua dengan waktu 4,75 detik. Selisih 0,10 detik itu cukup untuk mengunci podium tertinggi di Guiyang, sementara Shouhong Chu (China) dan Ryo Omasa (Jepang) menempel di belakang dengan 4,99 detik.

Kemenangan ini bukan sekadar tambahan koleksi medali. Robby kini kokoh di peringkat satu dunia speed perorangan putra seri 2026 dengan skor 2.864, memisahkan diri dari para pesaingnya di klasemen.

Tiga Kekalahan Sebelumnya Jadi Bahan Bakar

Jalan Robby menuju podium Guiyang tidak mulus. Ia mengakui tiga kekalahan di World Climbing Series sebelumnya jadi pemicu untuk tampil lebih baik di seri kali ini.

Namun ia menolak berhenti di titik itu. Menurut Robby, masih banyak pekerjaan rumah yang harus dibenahi, terutama di teknik pemanjatan.

"Saya senang karena ini emas pertama saya di World Climbing Series. Ini berkat dukungan semuanya dan latihan bersama teman-teman atlet di Indonesia," kata Robby, dikutip dari rilis resmi Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI).

Ada satu sosok yang ia sebut khusus setelah jadi yang terbaik di Guiyang.

"Ibu, akhirnya aku emas!" ucapnya.

Raharjati dan Rajiah Terhenti di Semifinal

Kontingen Indonesia tidak hanya mengandalkan Robby di Guiyang. Raharjati Nursamsa harus terhenti di babak semifinal nomor putra, begitu pula Rajiah Sallsabillah di nomor putri.

Dua atlet putri lainnya, Adi Asih dan Berthdigna Devi Surya, belum bisa menembus babak empat besar dan tersingkir di perempat final.

Format Empat Jalur, Bukan Dua Jalur Biasa

Seri 2026 di Guiyang memakai format empat jalur dalam nomor speed. Dalam sejarahnya, kompetisi speed umumnya digelar dengan dua jalur, dan format empat jalur hanya dipakai di ajang regional tertentu seperti Asian Games.

Pada format ini, empat atlet mendaki jalur standar yang sejajar secara bersamaan. Babak final tidak lagi mempertemukan dua atlet untuk memperebutkan emas dan perak, melainkan empat pesaing yang berlomba bersama demi medali emas, perak, perunggu, dan tempat keempat.

Bagi Robby, format tersebut jadi panggung pembuktian tambahan. Ia harus menjaga ritme pemanjatan di lintasan yang lebih padat, dan hasilnya tetap yang tercepat.

Follow liputankendari.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: cnnindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks