SULAWESI TENGGARA — Kemenangan di Sirkuit Misano itu melengkapi hattrick Marquez di trek yang sama sepanjang musim 2024, 2025, dan 2026. Hasil ini sekaligus memindahkan Marquez ke posisi teratas klasemen MotoGP 2026, menggeser Martin yang sebelumnya memimpin.
Duel Marquez vs Martin Terkunci di 274 Poin
Marquez dan Martin kini sama-sama mengoleksi 274 poin. Aturan tie-break menyelamatkan Marquez: jumlah kemenangan balapan lebih banyak ketimbang rider Aprilia tersebut.
Keunggulan itu membuat Marquez punya kendali atas nasibnya sendiri. Syarat juara tidak rumit, tapi juga tidak ringan — ia wajib finis di depan Martin dan Marco Bezzecchi di sisa balapan.
Bezzecchi Tersingkir di Lap 1, Jarak Melebar 33 Poin
Bezzecchi gagal finis setelah mengalami kecelakaan pada Lap 1 di Misano. Insiden itu membuatnya tertinggal 33 poin dari dua pembalap terdepan, pukulan telak di momen krusial perebutan gelar.
Delapan Seri Tersisa, Rekam Jejak Marquez Jadi Modal
MotoGP 2026 masih menyisakan delapan seri. Berkaca dari musim lalu, Marquez memenangkan dua balapan dari delapan seri penutup, yakni di Austria dan Qatar.
Catatan di sisa trek musim ini juga berpihak padanya. Marquez menang di Austria pada 2025, tiga kali di Jepang (2016, 2018, 2019), empat kali di Australia (2015, 2017, 2019, 2024), dua kali di Malaysia (2014, 2018), dua kali di Qatar (2014, 2025), serta dua kali di Valencia (2014, 2019).
Dua sirkuit jadi pengecualian: Mandalika dan Algarve, tempat Marquez belum pernah menang di kelas MotoGP. Musim lalu ia bahkan absen panjang usai kecelakaan di Mandalika dan hanya turun di Austria dan Qatar dari delapan seri tersisa.
Jadwal Berikutnya: Austria Jadi Ujian Pertama
MotoGP Austria menjadi balapan berikutnya, trek yang sudah ia kuasai musim lalu. Jika Marquez kembali menang di sana, tekanan ke Martin dan Bezzecchi akan makin berat di sisa musim.
Bagi Martin, selisih poin yang sama tapi kalah jumlah kemenangan berarti ia tak bisa sekadar menempel. Ia butuh finis di depan Marquez, bukan hanya mengumpulkan poin sebanyak mungkin.