SULAWESI TENGGARA — Protes meletus beberapa jam setelah tarif sementara berlaku tengah malam waktu setempat. Wilayah Hasakah dan Deir al-Zour menjadi titik paling ramai, dengan aksi pemblokiran jalan dan pemogokan sejumlah sopir transportasi publik. Demonstrasi serupa dilaporkan di beberapa bagian Raqqa.
Laporan itu berasal dari Tim Pemantau Hak Asasi Manusia Suriah yang berbasis di Inggris. Gangguan transportasi disebut meluas, bukan hanya di kota-kota besar.
Solar Naik 40 Persen, Bensin Ikut Melonjak
Buletin harga baru menempatkan solar sebagai komoditas dengan kenaikan paling tajam. Harga per liternya melesat dari 125 pound Suriah menjadi 175 pound, atau setara Rp 280 dengan kurs 1 pound Suriah = Rp 1,6.
- Solar: 125 pound menjadi 175 pound per liter, naik 40 persen
- Bensin oktan 95: naik 28,3 persen menjadi 195 pound per liter
- Bensin oktan 90: naik 25,9 persen menjadi 185 pound per liter
Kenaikan berlaku sebagai tarif sementara. Belum ada keterangan resmi soal durasi penerapannya.
Alasan Pemerintah: Impor dan Kilang Berhenti Beroperasi
Abdul Hamid Sallat, pejabat media di otoritas energi Suriah, mengatakan pihak berwenang memahami kenaikan ini membebani warga yang sudah berjuang dengan pendapatan rendah dan biaya hidup sulit.
"Ketergantungan Suriah yang tinggi pada produk energi impor berarti harga domestik tidak dapat terlindung dari fluktuasi pasar internasional," kata Sallat kepada kantor berita negara Syrian Arab News Agency, Minggu (13/9).
Menurut Sallat, Suriah saat ini memproduksi sekitar 100.000 barel minyak mentah per hari. Jumlah itu hanya menutup sekitar sepertiga dari kebutuhan domestik.
Otoritas setempat juga menyebut penutupan kilang-kilang minyak besar untuk perawatan sebagai salah satu pemicu. Ditambah ongkos internasional yang naik, harga di dalam negeri nyaris tidak punya bantalan.
Dampak ke Warga dan Sektor Transportasi
Pemogokan sopir angkutan umum adalah sinyal paling langsung. Jika tarif tidak ikut disesuaikan, biaya operasional harian mereka tergerus kenaikan solar 40 persen dalam semalam.
Pemblokiran jalan di Hasakah, Deir al-Zour, dan Raqqa berpotensi memperlambat distribusi barang antarwilayah. Wilayah timur Suriah selama ini paling bergantung pada angkutan darat untuk pasokan harian.
Belum ada laporan resmi soal jumlah korban atau penangkapan dalam aksi Minggu itu. Pemerintah Suriah juga belum mengumumkan langkah kompensasi bagi pengemudi maupun rumah tangga berpendapatan rendah.
Sejauh mana protes berlanjut akan bergantung pada apakah tarif sementara ini diperpanjang atau di