MUNA — Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Muna Samaul Bait Ndimuri menyampaikan bahwa rangkaian kegiatan tersebut menjadi bentuk pelayanan langsung pemerintah daerah kepada masyarakat peternak. Pelayanan difokuskan pada ternak sapi dan kambing di wilayah yang masuk sentra atau berpotensi peternakan.
Menurut Samaul, kegiatan ini juga memperkuat upaya pencegahan dan pengendalian penyakit hewan, peningkatan kesehatan ternak, serta perlindungan kesehatan masyarakat. Rangkaian kegiatan ditutup dengan pelayanan vaksinasi rabies bagi hewan kesayangan di Kantor Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Muna.
Wilayah Pelayanan: Enam Kecamatan di Muna
Pelayanan kesehatan hewan menyebar ke sejumlah titik. Cakupannya meliputi Kecamatan Kabangka; Kecamatan Parigi, Desa Labulu Bulu; Kecamatan Kontukowuna; Kecamatan Parigi, Desa Laiba; Kecamatan Maligano; serta pelayanan khusus kambing di Kecamatan Lohia.
Dari kegiatan yang telah terdata, pelayanan menjangkau kurang lebih 163 ekor sapi di Kecamatan Kabangka. Sementara untuk kambing, jumlahnya kurang lebih 69 ekor secara keseluruhan di Kecamatan Kabangka dan Kecamatan Lohia.
Tindakan Disesuaikan Temuan Petugas di Lapangan
Jenis tindakan pada ternak sapi dan kambing tidak seragam. Samaul menyebut, tindakan disesuaikan dengan kebutuhan dan hasil pemeriksaan petugas di lapangan.
"Tindakan yang diberikan meliputi penyuntikan vitamin, pemberian obat cacing, serta pelayanan/terapi suportif pada ternak yang membutuhkan berdasarkan kondisi klinis dilapangan. Pada kegiatan penutupan, pelayanan difokuskan pada vaksinasi rabies bagi hewan kesayangan yang memenuhi syarat untuk divaksin," ucapnya.
Mendekatkan Layanan Veteriner ke Peternak
Samaul menilai nilai utama program ini terletak pada upaya mendekatkan pelayanan veteriner kepada peternak. Program juga mendorong pemilik ternak memelihara kesehatan hewan secara teratur, sekaligus meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit hewan.
Komunikasi antara petugas kesehatan hewan, pemerintah kecamatan dan desa, serta masyarakat ikut diperkuat melalui rangkaian pelayanan ini. "Wujud nyata Pemerintah Daerah memberikan pelayanan kesehatan hewan secara langsung dan terjangkau kepada masyarakat peternak. Meningkatkan status kesehatan dan produktivitas ternak sapi dan kambing melalui tindakan promotif, preventif, dan pelayanan medik veteriner sesuai temuan lapangan," ungkapnya.
Waspada Zoonosis dan Pendataan Kasus
Menurut Samaul, kegiatan ini diarahkan untuk menaikkan kewaspadaan masyarakat terhadap penyakit hewan menular dan zoonosis. Cakupan perlindungan rabies pada hewan kesayangan juga ditargetkan meningkat lewat vaksinasi.
Selain itu, pendataan masalah kesehatan hewan di lapangan akan dipakai sebagai bahan tindak lanjut program dinas. "Meningkatkan cakupan perlindungan rabies pada hewan kesayangan melalui vaksinasi. Memperkuat pendataan masalah kesehatan hewan sebagai bahan tindak lanjut program Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Muna," ujarnya.
Hasil yang diharapkan dari rangkaian ini mencakup akses masyarakat yang lebih mudah ke pelayanan kesehatan hewan dan kesadaran peternak untuk mencegah penyakit serta melaporkan kasus lebih dini. Informasi lapangan soal masalah kesehatan ternak di wilayah pelayanan juga tersedia, sejalan dengan perlindungan rabies yang lebih luas melalui vaksinasi hewan kesayangan.