Pencarian

Harga Emas Pegadaian 11 September 2026: Antam Betah Rp 2,63 Juta per Gram

Jumat, 11 September 2026 • 12:47:01 WIB
Harga Emas Pegadaian 11 September 2026: Antam Betah Rp 2,63 Juta per Gram
Harga emas Antam di Pegadaian tercatat Rp 2.639.000 per gram pada Jumat (11/9/2026).

SULAWESI TENGGARAJakarta — Tiga produk logam mulia yang dijual Pegadaian kompak merosot pada perdagangan Jumat (11/9/2026). Berdasarkan data di laman Pegadaian yang dipantau pukul 12.24 WIB, emas Antam ukuran 1 gram dipatok Rp 2.639.000, sementara Galeri24 dibanderol Rp 2.550.000 per gram dan UBS Rp 2.574.000 per gram. Antam masih memimpin sebagai produk termahal di antara ketiganya.

Koreksi ini memotong harga dibandingkan perdagangan Kamis (10/9/2026). Saat itu, Galeri24 berada di Rp 2.574.000 per gram, Antam Rp 2.665.000 per gram, dan UBS Rp 2.600.000 per gram. Artinya, Antam turun Rp 26.000 per gram dalam sehari, Galeri24 turun Rp 24.000, dan UBS turun Rp 26.000.

Pegadaian menegaskan harga emas bergerak fluktuatif dan bisa berubah sewaktu-waktu mengikuti pergerakan pasar global.

Rincian Harga per Ukuran

Pegadaian menyediakan Galeri24 mulai ukuran 0,5 gram hingga 1.000 gram, Antam dari 0,5 gram sampai 100 gram, dan UBS dari 0,5 gram sampai 500 gram. Berikut rincian lengkapnya:

Galeri24

  • 0,5 gram: Rp 1.338.000
  • 1 gram: Rp 2.550.000
  • 2 gram: Rp 5.038.000
  • 5 gram: Rp 12.503.000
  • 10 gram: Rp 24.939.000
  • 25 gram: Rp 62.012.000
  • 50 gram: Rp 123.926.000
  • 100 gram: Rp 247.731.000
  • 250 gram: Rp 617.805.000
  • 500 gram: Rp 1.235.610.000
  • 1.000 gram: Rp 2.471.220.000

Antam

  • 0,5 gram: Rp 1.371.000
  • 1 gram: Rp 2.639.000
  • 2 gram: Rp 5.218.000
  • 3 gram: Rp 7.801.000
  • 5 gram: Rp 12.967.000
  • 10 gram: Rp 25.878.000
  • 25 gram: Rp 64.567.000
  • 50 gram: Rp 129.053.000
  • 100 gram: Rp 258.026.000

UBS

  • 0,5 gram: Rp 1.391.000
  • 1 gram: Rp 2.574.000
  • 2 gram: Rp 5.109.000
  • 5 gram: Rp 12.625.000
  • 10 gram: Rp 25.118.000
  • 25 gram: Rp 62.671.000
  • 50 gram: Rp 125.084.000
  • 100 gram: Rp 250.070.000
  • 250 gram: Rp 624.989.000
  • 500 gram: Rp 1.248.511.000

Pemicu: Inflasi AS dan Lonjakan Minyak

Tekanan datang dari pasar global. Harga emas spot turun 0,9% menjadi US$ 4.359,19 per ons pada Kamis (10/9/2026), sementara emas berjangka AS susut 1,3% ke US$ 4.402,5. Data indeks harga produsen AS menunjukkan kenaikan inflasi inti, sebagian didorong biaya energi yang naik.

Analis Keuangan Senior Capital.com, Klye Rodda, menuturkan data tersebut mengindikasikan adanya sedikit peningkatan inflasi inti dalam ekonomi AS, dan sebagian di antaranya disebabkan oleh kenaikan biaya energi.

Pelaku pasar kini memperkirakan peluang sekitar 68% untuk kenaikan suku bunga pekan depan, naik dari 62% sebelum data dirilis, menurut CME FedWatch Tool. Meski begitu, mayoritas ekonom yang disurvei Reuters memperkirakan The Fed akan menahan suku bunga pada pertemuan 15-16 September dan sepanjang sisa tahun ini.

Faktor lain yang menekan emas adalah penguatan dolar AS dan kenaikan imbal hasil Treasury tenor 10 tahun. Imbal hasil yang lebih tinggi menaikkan biaya peluang memegang aset non-yielding seperti emas.

Harga minyak ikut memperkeruh suasana. Minyak mentah Brent menyentuh US$ 105 per barel setelah serangan terhadap kapal pengangkut memicu kekhawatiran gangguan pasokan. Bank Sentral Eropa (ECB) pun menaikkan suku bunga untuk kedua kalinya tahun ini guna meredam inflasi energi.

Di logam lain, perak spot turun 4% menjadi US$ 64,56 per ons, platinum turun 4,6% ke US$ 1.808,43, dan paladium turun 3,9% ke US$ 1.300,00.

Bagi investor ritel, koreksi harian seperti ini biasanya menjadi sinyal untuk mencermati tren beberapa hari ke depan sebelum memutuskan akumulasi. Pergerakan harga emas Pegadaian pekan ini akan sangat bergantung pada hasil rapat The Fed 15-16 September mendatang.

Follow liputankendari.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: liputan6.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks