SULAWESI TENGGARA — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) awalnya mencatat gempa dengan magnitudo 7,0 yang terjadi pukul 05.58 WITA, kemudian memperbarui kekuatannya menjadi M7,7. Guncangan keras tersebut memicu kerusakan di sejumlah titik di Labuan Bajo, destinasi pariwisata super prioritas di NTT.
Kerusakan Terparah di Hotel Jayakarta
Pantauan di lapangan mencatat kerusakan bangunan terjadi di sejumlah titik. Salah satu yang paling terdampak adalah Hotel Jayakarta, di mana lobi hotel, tembok, serta sejumlah meja dan kursi mengalami kerusakan cukup parah.
Belum ada laporan resmi mengenai jumlah total bangunan yang rusak maupun kemungkinan adanya korban jiwa akibat gempa ini. Tim tanggap darurat dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat masih melakukan asesmen menyeluruh di wilayah terdampak.
Imbauan Resmi BMKG untuk Masyarakat
Menyusul gempa tersebut, BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpancing isu yang tidak jelas sumbernya. Lembaga tersebut meminta warga mengikuti arahan resmi dari BMKG, BPBD, dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
"Masyarakat diminta tidak menyebarkan informasi yang kebenarannya belum dapat dipertanggungjawabkan," demikian pernyataan resmi BMKG. Imbauan ini dikeluarkan untuk mengantisipasi maraknya hoaks pascagempa yang kerap memperparah kepanikan di lapangan.
Pemantauan Lanjutan dan Potensi Gempa Susulan
BMKG terus memantau aktivitas seismik di wilayah NTT pascagempa utama. Data terbaru dari lembaga tersebut akan menjadi acuan bagi pemerintah daerah dalam menentukan langkah evakuasi dan penanganan darurat.
Warga yang rumahnya mengalami kerusakan struktural diminta segera mengungsi ke tempat yang lebih aman. Pemerintah daerah bersama instansi terkait masih mendata dampak gempa secara menyeluruh, termasuk kemungkinan kerusakan fasilitas publik lain di luar kawasan Labuan Bajo.