Pencarian

Rakor Pengendalian Hangan Pangan Kendari: Stok Beras Bulog Aman 1,5 Tahun, Inflasi Agustus 2026 Tercatat 3,66 Persen

Kamis, 10 September 2026 • 05:16:01 WIB
Rakor Pengendalian Hangan Pangan Kendari: Stok Beras Bulog Aman 1,5 Tahun, Inflasi Agustus 2026 Tercatat 3,66 Persen
Stok beras Bulog di Kendari dipastikan aman untuk kebutuhan 1,5 tahun ke depan dalam rakor pengendalian harga pangan, Rabu (9/9/2026).

KENDARI — Pemerintah Kota Kendari memastikan ketersediaan stok beras di wilayahnya aman untuk 1,5 tahun ke depan di tengah upaya pengendalian harga pangan daerah. Kepastian itu mengemuka dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Harga Pangan Kota Kendari Tahun 2026 yang digelar Dinas Ketahanan Pangan di sebuah hotel di Kendari, Rabu (9/9/2026).

Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, menyebut pengendalian harga pangan berkaitan langsung dengan daya beli masyarakat. Menurutnya, kenaikan harga beras, gula, minyak goreng, cabai, bawang, dan telur perlu diantisipasi sejak dini.

Angka Inflasi dan Target Antisipasi

Data yang disampaikan dalam rakor menunjukkan inflasi tahunan Kendari pada Agustus 2026 mencapai 3,66 persen. Adapun inflasi bulanan tercatat minus 0,37 persen, dengan sektor transportasi disebut sebagai salah satu penyumbang terbesar.

“Pemerintah tentu memiliki kewajiban untuk menjaga stabilitas harga, tetapi pemerintah tidak bisa bekerja sendiri,” ujar Siska dalam sambutannya.

Stok Beras 1,5 Tahun dan Produksi Lokal

Ia memastikan pasokan beras tidak menjadi persoalan. Ketersediaan dari Bulog diperkirakan mencukupi kebutuhan warga hingga satu setengah tahun ke depan.

“Untuk stok beras kita alhamdulillah tidak susah. Kisaran satu tahun setengah masih bisa,” katanya.

Pemerintah daerah juga mendorong penguatan produksi pangan lokal untuk mengurangi ketergantungan pasokan dari luar daerah. Siska menyebut Kota Kendari masih memiliki kawasan persawahan sekitar 600 hektare.

Kebutuhan Telur untuk 39 Dapur MBG

Perhatian khusus diarahkan pada komoditas telur seiring meningkatnya aktivitas program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kebutuhan telur untuk 39 dapur SPPG di Kendari disebut mencapai sekitar 89 ribu butir per hari.

“Coba bayangin, 89.000 butir, itu baru MBG, belum restoran, belum masyarakat luas,” kata Siska.

Pemerintah mendorong sinkronisasi kebutuhan MBG dengan UMKM, distributor, dan produsen lokal. Langkah ini ditempuh agar pasokan telur tetap stabil dan menggerakkan ekonomi warga.

Deteksi Dini dan Kolaborasi Lintas Sektor

Siska meminta deteksi dini terhadap stok, distribusi, dan perkembangan harga diperkuat melalui koordinasi lintas sektor. Distributor juga diminta segera melaporkan kendala distribusi maupun perubahan harga dari daerah asal.

Rakor tersebut melibatkan Kejaksaan Negeri Kendari, Polresta Kendari, DPRD, Bulog Sultra, dan perangkat daerah terkait. Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kendari, Abdul Rauf, mengatakan ketahanan pangan merupakan fondasi stabilitas sosial dan ekonomi.

Ia menegaskan kolaborasi diperlukan untuk menjaga pasokan, melindungi daya beli, dan mengendalikan inflasi pangan.

Follow liputankendari.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: kendarikini.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks