Pencarian

Pemkab Kolaka Timur Bagikan 3.000 Masker di Lalolae, 123 Warga Sudah Terserang ISPA akibat Kabut Asap Karhutla

Sabtu, 19 September 2026 • 10:40:01 WIB
Pemkab Kolaka Timur Bagikan 3.000 Masker di Lalolae, 123 Warga Sudah Terserang ISPA akibat Kabut Asap Karhutla

Pemerintah Kabupaten Kolaka Timur melalui UPTD Puskesmas Lalolae membagikan 3.000 lembar masker kepada warga terdampak kabut asap kebakaran hutan dan lahan di Kecamatan Lalolae, Sulawesi Tenggara. Pembagian masker disertai pemberian vitamin itu menyasar pelajar, pedagang pasar, hingga pengguna jalan, menyusul catatan 123 warga yang sudah terserang Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Kebakaran lahan gambut di wilayah tersebut dilaporkan berlangsung sejak awal Agustus 2026 dan memicu peningkatan kasus gangguan pernapasan.

KENDARI — Kepala UPTD Puskesmas Lalolae, Asma Ristasari, menyatakan pembagian masker dan vitamin difokuskan di sekolah-sekolah, area pasar, serta pengguna jalan di Kecamatan Lalolae. Menurut dia, kegiatan tersebut akan terus dilakukan selama ancaman kabut asap masih berlangsung.

"Pembagian masker dan vitamin kami fokuskan di sekolah-sekolah, area pasar, serta pengguna jalan di Kecamatan Lalolae. Kegiatan ini akan terus kami lakukan selama ancaman kabut asap masih berlangsung," kata Asma Ristasari saat dihubungi di Kendari.

123 Warga Lalolae Terserang ISPA akibat Paparan Kabut Asap

Dokter Umum UPTD Puskesmas Lalolae, dr. Febrianus, mencatat sebanyak 123 warga di daerah tersebut telah terserang ISPA akibat terpapar kabut asap karhutla. Pasien umumnya mengeluhkan batuk, demam, mata perih, sakit tenggorokan, hingga sesak napas.

Penanganan medis diberikan sesuai gejala, meliputi pemberian obat batuk, penurun panas, serta vitamin untuk menjaga imunitas tubuh.

"Pasien umumnya mengeluhkan batuk, demam, mata perih, sakit tenggorokan, hingga sesak napas. Penanganan medis kami berikan sesuai gejala, meliputi pemberian obat batuk, penurun panas, serta vitamin untuk menjaga imunitas tubuh," ujar Febrianus.

Kebakaran Lahan Gambut Berlangsung Sejak Awal Agustus 2026

Kebakaran lahan gambut di Kecamatan Lalolae terjadi sejak awal Agustus 2026. Peristiwa itu memicu peningkatan kasus gangguan pernapasan di tengah masyarakat setempat.

Petugas medis yang bertugas terus mengimbau warga di wilayah terdampak untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan. Warga juga diminta selalu menggunakan masker saat berpergian, memperbanyak konsumsi air putih, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat jika mengalami gejala gangguan pernapasan.

"Kami berharap dengan pembagian masker ini dapat memitigasi dampak dari asap karhutla di wilayah Kolaka Timur," tambah Febrianus.

Langkah Mitigasi Berlanjut Selama Kabut Asap Belum Surut

Pemkab Kolaka Timur menargetkan pembagian 3.000 masker menjangkau kelompok paling rentan terhadap paparan asap, terutama pelajar dan pedagang pasar yang beraktivitas di ruang terbuka. Pemberian vitamin disertakan untuk menjaga daya tahan tubuh penerima manfaat.

UPTD Puskesmas Lalolae memastikan layanan pemeriksaan dan penanganan ISPA tetap berjalan di fasilitas kesehatan setempat. Warga yang mengalami keluhan pernapasan diminta tidak menunda berobat selama kabut asap masih menyelimuti wilayah Lalolae.

Follow liputankendari.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: sultra.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks