Pencarian

Pertamina Patra Niaga Pastikan Harga Pertamax Ikut Formula Pemerintah

Sabtu, 12 September 2026 • 15:16:01 WIB
Pertamina Patra Niaga Pastikan Harga Pertamax Ikut Formula Pemerintah
VP Communication Pertamina Patra Niaga Kitty Andhora menyatakan penetapan harga BBM mengikuti kebijakan pemerintah.

SULAWESI TENGGARAVP Communication Pertamina Patra Niaga Kitty Andhora menyatakan perseroan mengikuti kebijakan pemerintah dalam menetapkan harga BBM, baik subsidi maupun nonsubsidi. Pernyataan itu merespons dinamika parameter pembentuk harga, terutama harga minyak mentah dan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

"Pertamina Patra Niaga mengikuti kebijakan Pemerintah dalam penetapan harga BBM. Meskipun terdapat fluktuasi pada sejumlah parameter pembentuk harga, seperti harga minyak dunia dan nilai tukar, untuk BBM subsidi sesuai arahan Pemerintah tidak ada kenaikan harga hingga akhir 2026," ujar Kitty dalam keterangan resmi, Sabtu (12/9).

Untuk BBM nonsubsidi atau Jenis BBM Umum (JBU), Kitty menegaskan penetapan harga tetap mengacu pada formula dan ketentuan yang berlaku. "Sementara untuk JBU, harga mengikuti formula yang telah ditetapkan Pemerintah," katanya.

Harga Minyak Dunia Masih di Atas US$100 per Barel

Harga minyak mentah Brent pada Jumat (11/9) naik sekitar 1 persen menjadi US$108,68 per barel. West Texas Intermediate (WTI) juga naik sekitar 1 persen ke US$103,45 per barel.

Kedua harga acuan itu sebelumnya melonjak lebih dari 6 persen pada perdagangan Kamis (10/9). Secara mingguan, Brent dan WTI masing-masing telah naik hampir 13 persen.

Direktur Pemasaran Ritel Pertamina Patra Niaga Eko Ricky Susanto menyebut harga BBM nonsubsidi berpotensi berada di kisaran Rp18 ribu hingga Rp20 ribuan per liter jika harga minyak dunia tidak menunjukkan tanda-tanda penurunan.

"Harga Pertamax, Dex, dan lain-lain itu akan berkisaran antara di angka Rp18 ribu sampai Rp20 ribuan karena tidak ada, belum ada indikasi terjadi penurunan harga minyak dunia," ujar Eko dalam acara media gathering di Kabupaten Bantul, Yogyakarta, Jumat (11/9).

Konflik Timur Tengah dan Selat Hormuz Jadi Pemicu

Menurut Eko, kondisi pasar energi global saat ini turut dipengaruhi konflik di Timur Tengah dan gangguan pada jalur energi, termasuk Selat Hormuz. Situasi tersebut berdampak terhadap ketersediaan dan harga minyak dunia.

"Perang di Timur Tengah, di Selat Hormuz ini, ternyata dampaknya secara global selain ketersediaan energi di dunia, itu juga harga yang saat ini belum stabil ya," ujarnya.

Eko sebelumnya berharap harga minyak dunia dapat kembali turun ke kisaran US$60-US$70 per barel seperti sebelum krisis geopolitik. Namun, ia menyebut pergerakan harga tersebut masih bergantung pada perkembangan kondisi global.

Apa Artinya bagi Konsumen dan Pelaku Usaha

Kepastian harga BBM subsidi hingga akhir 2026 memberi ruang bagi rumah tangga dan pelaku usaha kecil untuk menjaga struktur biaya. Sebaliknya, fluktuasi harga JBU membuat biaya transportasi dan logistik tetap rentan terhadap pergerakan minyak dunia dan kurs.

Pertamina Patra Niaga menyatakan akan terus menjalankan kebijakan pemerintah terkait harga dan penyaluran BBM serta menyesuaikan pelaksanaannya dengan ketentuan yang berlaku.

Investasi mengandung risiko.

Follow liputankendari.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: cnnindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks