KENDARI — Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari resmi menambah delapan guru besar dalam sebuah sidang senat terbuka, Rabu (29/7/2026). Salah satu yang dikukuhkan adalah Prof. Dr. H. M. Najib Husain, S.Sos., M.Si, akademisi yang telah malang melintang di dunia komunikasi pembangunan dan politik lokal Sultra.
Pelaksana Tugas Rektor UHO, Prof. Khairul Munadi, menegaskan bahwa pencapaian ini bukan sekadar seremoni. "Jabatan profesor bukan sekadar puncak karier akademik, melainkan awal dari tanggung jawab intelektual yang lebih besar," ujarnya dalam sambutan.
Dengan tambahan ini, UHO kini memiliki 170 guru besar yang tersebar di 14 fakultas. Ketua Senat Akademik, Prof. Jamili, menyebut angka ini sebagai bukti produktivitas riset yang terus meningkat dan menjadi modal penting dalam persaingan global.
Rekam Jejak Akademik dan Profesional Prof Najib
Lahir di Ujung Pandang pada 18 Oktober 1975, Prof Najib menempuh pendidikan dasar hingga menengah di kota tersebut. Ia meraih gelar Sarjana Ilmu Administrasi dari UHO pada 1998, Magister Ilmu Komunikasi dari Universitas Hasanuddin pada 2001, dan Doktor Penyuluhan dan Komunikasi Pembangunan dari Universitas Gadjah Mada pada 2014.
Di lingkungan UHO, ia pernah menjabat sebagai Sekretaris Laboratorium Ilmu Komunikasi, Ketua Program Studi Ilmu Politik, dan kini sebagai Ketua Jurusan Ilmu Politik dan Pemerintahan. Di luar kampus, namanya kerap muncul sebagai narasumber dan komentator politik di TVRI Sultra dan Kompas TV.
Dari Tim Seleksi KPU hingga Konsultan Kebijakan Daerah
Kiprah Prof Najib tidak berhenti di ruang kuliah. Ia dipercaya menjadi anggota tim seleksi Komisi Pemilihan Umum (KPU), Komisi Informasi Provinsi Sultra, dan Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID). Ia juga menjadi ketua tim ahli penyusunan RPJMD dan RPJPD di sejumlah kabupaten/kota di Sultra.
Pengalamannya sebagai konsultan kebijakan publik dan moderator debat kepala daerah membuat analisisnya kerap menjadi rujukan media dan lembaga pemerintah. Fokus risetnya mencakup komunikasi pembangunan, demokrasi lokal, dan tata kelola pemerintahan berbasis riset.
Delapan Guru Besar Baru UHO
Selain Prof Najib, tujuh dosen lain yang dikukuhkan antara lain Prof. Ir. La Ode Muh. Yasir Haya, S.T., M.Si., Ph.D. di bidang Eksplorasi dan Pemodelan Ekosistem Pesisir-Lautan, Prof. Dr. Syamsul Alam, M.Si. di bidang Administrasi Keuangan Negara/Daerah, serta Prof. Dr. Ir. Hj. Nini Hasriyani Aswad, S.T., M.T. di bidang Rekayasa Material Konstruksi.
Prof. Jamili menambahkan, keberadaan guru besar menjadi faktor kunci dalam meningkatkan mutu pendidikan tinggi dan daya saing UHO di tingkat nasional maupun global.