KENDARI — Aksi seorang pria membawa senjata tajam di tengah kerumunan warga yang tengah mengantre BBM sempat membuat geger kawasan SPBU Wulele. Pelaku, yang sehari-hari bekerja sebagai wiraswasta, kini harus berurusan dengan hukum setelah polisi bergerak cepat menangkapnya di tempat persembunyian, Senin (29/6/2026) siang.
Peristiwa bermula sekitar pukul 10.30 WITA saat DJ tiba di SPBU untuk membeli Pertalite. Melihat antrean kendaraan yang mengular dan bergerak lambat, ia langsung kehilangan kesabaran. Pelaku berteriak-teriak di area SPBU, yang kemudian memicu adu mulut dengan konsumen lain.
Kembali dengan Parang Setelah Ditegur
Setelah cekcok, DJ meninggalkan lokasi. Namun, beberapa saat kemudian ia kembali dengan membawa sebilah parang. Saat ditegur oleh seorang konsumen, pelaku justru kian terpancing emosi. Ia mencabut parang dan mengancam warga di sekitar lokasi, membuat suasana mendadak panik.
Sejumlah warga yang geram berusaha mengejar pelaku, namun DJ berhasil melarikan diri meninggalkan area SPBU. Beruntung, Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Buser 77 Satreskrim Polresta Kendari segera bergerak setelah menerima laporan dari pihak SPBU yang diwakili karyawan berinisial AI (32).
Ditangkap Tanpa Perlawanan di Jalan Transito
Pada Senin (29/6/2026) sekitar pukul 11.50 WITA, tim gabungan berhasil membekuk DJ di Jalan Transito, Kelurahan Wua-Wua, tanpa perlawanan. Dari tangan pelaku, polisi mengamankan barang bukti berupa satu unit sepeda motor Honda Beat bernomor polisi DT 6491 EI yang digunakan saat beraksi.
Dalam pemeriksaan, DJ mengaku emosinya dipicu oleh panjangnya antrean Pertalite serta tingginya harga BBM jenis Pertamax yang membuatnya memilih mengisi Pertalite. Ia juga kesal karena menduga beberapa pengendara sepeda motor Suzuki Thunder berulang kali masuk ke antrean untuk membeli Pertalite secara berulang atau “mengetal”, yang menurutnya memperparah kemacetan antrean.
Pelaku Terancam Pasal Gangguan Ketenteraman
Atas perbuatannya, DJ dijerat dengan dugaan tindak pidana gangguan terhadap ketenteraman lingkungan dengan menggunakan ancaman senjata tajam. Saat ini, pelaku telah diamankan di Mapolresta Kendari untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.
Peristiwa ini menjadi pengingat akan potensi gesekan di tengah masyarakat akibat kelangkaan dan antrean panjang BBM bersubsidi. Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk tetap mengutamakan kesabaran dan tidak main hakim sendiri dalam situasi serupa.