SULAWESI TENGGARA — Nasabah pensiunan yang sebelumnya menikmati layanan pinjaman dari SMBC Indonesia kini beralih ke BTN. Proses pengalihan portofolio kredit ini sudah resmi tuntas pada akhir Juni lalu. Kedua bank menjamin layanan tetap berjalan normal selama masa transisi.
Direktur Utama BTN, Nixon L.P. Napitupulu, mengatakan pengambilalihan ini bukan berarti perseroan meninggalkan bisnis utama pembiayaan perumahan. Justru, ini adalah bagian dari transformasi Beyond Mortgage yang dijalankan BTN.
"Langkah ini bukan berarti BTN meninggalkan bisnis perumahan. Justru kami ingin memperkuat perjalanan layanan kepada masyarakat, mulai dari memiliki rumah hingga memasuki masa pensiun," ujar Nixon dalam keterangan resmi, Rabu (1/7/2026).
Hak Nasabah Tidak Berubah
Nixon memastikan seluruh hak nasabah, termasuk manfaat asuransi jiwa kredit, tetap sama dan tidak mengalami perubahan. BTN juga menyiapkan tim pendampingan selama proses transisi agar nasabah tidak kebingungan.
Sebagai bagian dari proses ini, BTN akan mengirimkan welcome letter beserta panduan pengalihan fasilitas kredit kepada seluruh nasabah terdampak. Namun, pembayaran manfaat pensiun masih akan tetap dikelola oleh SMBC Indonesia hingga ada pemberitahuan lebih lanjut.
Nasabah diimbau tetap melakukan autentikasi secara berkala agar pembayaran manfaat pensiun tetap lancar selama masa transisi.
SMBC Indonesia Fokus ke Segmen Prioritas
Bagi SMBC Indonesia, transaksi ini menjadi bagian dari strategi mengoptimalkan alokasi modal dan sumber daya ke segmen bisnis yang menjadi fokus utama. Direktur Utama SMBC Indonesia, Henoch Munandar, mengatakan perseroan akan semakin memusatkan pengembangan bisnis pada segmen emerging affluent, affluent, usaha kecil dan menengah (UKM), serta korporasi.
"Kami meyakini BTN memiliki kapabilitas dan jaringan yang kuat untuk melayani nasabah pensiun. Di sisi lain, transaksi ini memungkinkan SMBC Indonesia mempercepat agenda pertumbuhan strategis kami," ujar Henoch.
Dengan dukungan Grup SMBC, Jenius, BTPN Syariah, dan Grup OTO, perseroan akan terus mengembangkan layanan keuangan yang lebih inovatif dan terintegrasi sesuai kebutuhan nasabah.
Memperkuat Pendapatan Nonperumahan
Bagi BTN, pengalihan portofolio kredit pensiun ini diharapkan memperkuat bisnis kredit konsumer sekaligus memperluas sumber pendapatan di luar sektor perumahan. Langkah ini menjadi bagian dari transformasi Beyond Mortgage yang bertujuan membangun ekosistem layanan keuangan yang lebih lengkap bagi nasabah.
Nixon menegaskan bisnis pembiayaan perumahan tetap menjadi inti usaha BTN. Melalui strategi ini, perseroan hanya memperluas layanan agar hubungan dengan nasabah tidak berhenti setelah pembiayaan rumah selesai.
Hingga berita ini diturunkan, kedua bank belum mengungkapkan nilai transaksi maupun besaran portofolio kredit pensiun yang dialihkan.