SULAWESI TENGGARA — PT BYD Motor Indonesia mencatat pertumbuhan penjualan kendaraan listrik yang signifikan di Jawa Timur. Perusahaan asal China itu mengumumkan jumlah unit BYD yang beroperasi di wilayah tersebut telah mencapai 4.400 unit, meningkat 20 persen dalam dua tahun. Angka ini diungkapkan Public Relations Manager PT BYD Motor Indonesia, Nathasya Natalia, dalam acara Media Experience di Surabaya, Rabu (1/7/2026).
Dari Pangsa Satu Persen ke Dominasi Regional
Nathasya menjelaskan bahwa sebelum BYD masuk, adopsi kendaraan listrik di Indonesia masih sangat rendah. "Sebelumnya pangsa pasar nasional untuk teknologi kendaraan listrik itu hanya bisa dibilang di bawah satu persen," ujarnya. Kini, khusus di Jawa Timur, BYD menguasai lebih dari 40 persen pasar EV. "Saat ini, khususnya untuk wilayah Jawa Timur sudah ada lebih dari 4.400 kendaraan BYD beroperasi di jalan," jelas Nathasya.
BYD M6 DM: Jawaban atas Kendala Infrastruktur
Meski pertumbuhan positif, BYD mengakui infrastruktur pengisian daya masih menjadi tantangan. Untuk menyiasatinya, perusahaan memperkenalkan teknologi Dual Mode (DM) pada BYD M6, MPV tujuh penumpang. Teknologi ini menggabungkan sistem EV murni dengan mesin konvensional, memberikan fleksibilitas jarak tempuh tanpa mengorbankan sensasi berkendara listrik yang senyap dan responsif.
"Performance yang optimal untuk kesenyapan juga yang lebih baik dari kendaraan konvensional, namun ditopang dengan adanya mesin sebagai penunjuk untuk bisa memiliki jarak tempuh yang lebih jauh," kata Nathasya.
Tagline GAS: Gesit, Andal, Senyap, Super Irit
Product Manager PT BYD Motor Indonesia Yoni Prasetya memaparkan, BYD DM mengusung tagline GAS (Gesit, Andal, Senyap, Super Irit). Ia menegaskan bahwa penggerak utama kendaraan ini tetap motor listrik. "Jadi pada dasarnya mobil ini adalah mobil listrik yang bisa diisi bensin. Untuk bensin pun kita di sini bisa pakai RON 92," ungkap Yoni.
Hal ini, menurutnya, menambah keandalan terutama di daerah yang infrastruktur pengisian daya listriknya belum merata. BYD M6 DM dibekali motor listrik bertenaga 120 kW dengan torsi 210 Nm, ditunjang mesin bensin 74 kW dan torsi 135 Nm. Kombinasi kedua sumber tenaga ini diklaim mampu melesatkan mobil dari 0 ke 100 km/jam dalam 9,1 detik. Teknologi ini diperkenalkan kepada media melalui rute Surabaya-Pasuruan.
Optimisme Adopsi EV di Jawa Timur
Dengan hadirnya teknologi DM, BYD optimistis tren kendaraan ramah lingkungan di Jawa Timur akan terus meningkat. Perusahaan menargetkan teknologi ini mampu menjawab keraguan konsumen soal jarak tempuh operasional. "Dengan kombinasi kedua ini akan memberikan total biaya pemakaian yang lebih terjangkau," pungkas Nathasya.
Langkah ini dinilai strategis untuk memperkuat dominasi BYD di pasar otomotif regional sekaligus mempercepat transisi energi di Indonesia.