SULAWESI TENGGARA — Program yang digagas pemerintah pusat ini dirancang sebagai jembatan bagi lulusan S1 untuk memperoleh pengalaman profesional sekaligus penghasilan tetap. Besaran gaji yang ditawarkan bervariasi tergantung pada sektor industri dan lokasi penempatan peserta magang.
Rincian Gaji dan Target Peserta
Teddy menjelaskan nominal Rp3,5 juta merupakan batas bawah yang akan diterima peserta di sektor tertentu, sementara Rp6 juta diperuntukkan bagi mereka yang magang di perusahaan dengan standar upah lebih tinggi. "Program ini terbuka bagi seluruh lulusan S1 dari berbagai disiplin ilmu," ujarnya dalam keterangan resmi, kemarin.
Pemerintah menargetkan ribuan peserta dari seluruh Indonesia dapat mengikuti program ini pada tahun 2026. Pendaftaran direncanakan dibuka secara daring melalui portal resmi yang akan diumumkan kemudian.
Tingkat Serapan Tenaga Kerja Capai 30 Persen
Salah satu indikator keberhasilan program ini adalah tingkat konversi peserta magang menjadi karyawan tetap. Data dari penyelenggara menunjukkan tiga dari sepuluh peserta magang periode sebelumnya berhasil direkrut oleh perusahaan tempat mereka menjalani program.
Angka tersebut dinilai cukup positif oleh sejumlah pengamat ketenagakerjaan, meskipun masih ada ruang untuk peningkatan. Pemerintah berharap dengan penyesuaian besaran gaji dan standar kompetensi, angka serapan bisa naik signifikan pada edisi mendatang.
Skema Pendanaan dan Kemitraan Perusahaan
Program Magang Nasional 2026 melibatkan skema pendanaan bersama antara pemerintah dan perusahaan mitra. Pemerintah melalui anggaran kementerian terkait akan menanggung sebagian biaya operasional, sementara perusahaan peserta wajib menyediakan fasilitas pelatihan dan pendampingan.
Perusahaan yang berpartisipasi juga diwajibkan memberikan sertifikat kompetensi kepada setiap peserta yang menyelesaikan masa magang. Sertifikat ini diharapkan menjadi bekal tambahan saat peserta melamar pekerjaan di kemudian hari.
Dampak terhadap Pasar Tenaga Kerja Lulusan Baru
Kebijakan ini muncul di tengah tingginya persaingan di pasar kerja bagi lulusan baru atau fresh graduate. Dengan adanya jaminan gaji bulanan, program magang nasional menjadi alternatif bagi mereka yang belum mendapatkan pekerjaan tetap setelah menyelesaikan studi.
Pemerintah juga mendorong perusahaan rintisan dan usaha kecil menengah untuk ikut serta dengan memberikan insentif fiskal tertentu. Rencana implementasi teknis dan jadwal pendaftaran akan dirilis dalam waktu dekat melalui kanal komunikasi resmi Kementerian Ketenagakerjaan.